Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong Gelar Pentas 3 Kesenian Rakyat

Tiga orang penyanyi campursari memeriahkan pentas seni budaya di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Kamis (14/3/2019) malam. - Istimewa/Dokumen Sangar Srikandi
15 Maret 2019 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULSanggar Budaya Srikandi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menggelar pentas seni rakyat, Kamis (14/3/2019) malam. Di dalam pentas seni ditampilkan tiga kesenian sekaligus, yakni campursari, tari gedruk dan hadrah.

Ketua Dewan Sanggar Srikandi, Agus Riyadi, mengatakan sanggar yang dia pimpin membawahi sekitar 30 sanggar seni di Gunungkidul. Setiap sanggar memiliki kegiatan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki di masing-masing desa.

Untuk pementasan di Desa Kenteng ditampilkan Sanggar Seni Banten Mataram. Adapun kesenian yang ditampilkan berupa musik campursari, tari gedruk dan hadrah. Menurut dia ketiga pementasan memiliki jenis aliran yang berbeda, tetapi bukan menjadi masalah. “Penonton yang datang juga antusias menyaksikan acara sampai tuntas,” kata Agus kepada Harian Jogja, Jumat (15/3/2019).

Dia menjelaskan pementasan seni tidak hanya untuk menyuguhkan hiburan kepada masyarkat, tetapi sebagai upaya melestarikan seni tradisi di masyarakat. “Pementasan ini memiliki banyak manfaat khususnya bagi generasi muda agar tidak melupakan seni dan tradisi yang dimiliki bangsa sendiri,” kata Agus.

Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi dapat dilakukan dengan pementasan seni dan budaya. Oleh karena itu fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi yang berupa potensi alam. Ini lantaran ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Pemda DIY mencanangkan target untuk menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tetapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat akan terus diperkenalkan,” katanya.