Ditemukan Puluhan Ribu DPT Janggal di Sleman, Ini Langkah KPU

Pencermatan data pemilih. - Solopos/Burhan Aris Nugraha
26 Maret 2019 10:47 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Berdasarkan rapat pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahap 2 (DPT HP-2), KPU Sleman menemukan puluhan ribu DPT yang janggal. Atas hal tersebut, KPU Sleman telah melakukan verifikasi dan menyatakan mereka memang berhak untuk memilih dalam Pemilu 2019 nanti.

Terdapat lima kategori DPT yang dianggap janggal dan dilakukan verifikasi faktual oleh KPU Sleman. Lima kategori tersebut adalah yang lahir pada 1 Juli, 31 Desember, 1 Januari, berusia di atas 90 tahun, dan berusia di bawah 17 tahun.

Verifikasi tersebut, menyusul masukan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo. Hashim menyebut ada 17,5 juta nama di daftar pemilih tetap (DPT) yang mereka anggap tidak wajar.

Secara rinci, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sleman, Indah Dwi Wulandari, mencatat di Sleman, terdapat 6.096 orang yang lahir 1 juli, 51.021 orang yang lahir 31 Desember, 1 orang yang lahir 1 Januari, 2518 berusia di atas 90 tahun, dan 22 orang tercatat di bawah 17 tahun.

"Kami sudah mendapatkan arahan dari KPU RI, untuk melakukan verifikasi faktual dengan melakukan sampling. Per kategori kami ambil sampling,” kata dia, Senin (25/3/2019).

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk mendapatkan data yang bersih dari kegandaan dan kecurigaan.

“Sampling yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga per kategori dengan didampingi PPK, PPS dan Bawaslu Sleman,” jelas dia.

Ia mengatakan, setelah dilakukan verifikasi faktual memang orang-orang tersebut memenuhi syarat untuk memilih.

“Ada yang umurnya 90 tahun dan masih sehat. Sedangkan yang berumur di bawah 17 tahun karena salah input, yang kami temukan tercatat lahir pada tahun 2980 , itu kan tidak mungkin, dan setelah kita kroscek ternyata lahir 1980," kata dia.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan adanya warga yang dicatat di tanggal tersebut berdasarkan kebijakan pemerintah.

“Tanggal lahir tersebut ditetapkan kepada mereka yang berumur tua dan pada saat membuat akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mereka lupa tanggal dan bulan lahirnya,” kata Trapsi

Sehingga, kata dia, berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), data kelahiran mereka dicatat pada 1 Januari, 1 Juli, 31 Desember.