Advertisement
Partai Politik Diimbau Segera Serahkan Nama Saksi
Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 diminta segera menyerahkan nama-nama saksi yang akan ditempatkan di 2.718 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh wilayah Gunungkidul. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, hingga Jumat (29/3/2019) jumlah saksi yang masuk dan dilaporkan oleh parpol tercatat sebanyak 9.523 orang.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, mengatakan jumlah tersebut berasal dari delapan partai. Sebanyak tujuh parpol lainnya belum mengirimkan nama saksi mereka. "Ada tujuh parpol yang belum melaporkan nama-nama saksi. Kami masih menunggu, karena sesuai aturan nama harus diserahkan paling lambat akhir Maret ini," ucapnya, Sabtu (30/3/2019).
Advertisement
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan jika 15 parpol sudah mengirimkan nama-nama saksi, maka jumlah semua saksi mencapai 40.770 orang. "Jumlah tersebut belum ditambah saksi dari calon anggota Dewan Perwakilan Daerah [DPD] RI," katanya, Sabtu.
Dia menambahkan, sebelum ikut mengawasi jalannya pemilu, khususnya saat penghitungan dan rekapitulasi surat suara, saksi wajib menunjukkan KTP, menyerahkan surat dari peserta pemilu kepada KPPS dan meminta bukti tanda terima surat paling lambat satu hari sebelum pemilu, serta saksi harus memegang surat atau mandat dari parpol tertentu. "Jika tidak dapat menunjukkan surat akan dianggap menjadi saksi ilegal," ujarnya.
Ketua DPD Hanura Gunungkidul, Suparsarwo, menuturkan jajarannya menyiapkan saksi yang akan ditempatkan di seluruh TPS di Gunungkidul. "Pada Selasa [26/3] kami sudah menyiapkan 2.500 orang saksi, dan saat ini [Sabtu] hampir 2.700 orang. Ribuan saksi ini bakal mendapatkan honor dengan besaran sekitar Rp200.000 per orang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Naikkan Gaji 60 Persen Saat Perang, Strategi atau Tanda Krisis?
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- SD Negeri di Jogja Diminta Jemput Siswa Baru ke PAUD
- Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif
- Dua Perempuan Bobol Rumah Kosong di Kulonprogo, Motor Dibawa Kabur
- Dishub Bantul Siapkan 250 Lampu Cadangan Jelang Lebaran 2026
- Vonis Korupsi Lurah Bohol Dinilai Ringan, Jaksa Tempuh Banding
Advertisement
Advertisement








