Petani Saptosari Resah, Tanaman Kacang hingga Jagung Dirusak Monyet
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
Seorang pengguna jalan melintas di jalur alternatif penghubung Kecamatan Ponjong-Semin di Dusun Surodadi, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Jumat (3/5/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Surodadi, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, mengeluhkan rusaknya ruas jalan alternatif penghubung menuju Kecamatan Semin. Warga meminta kerusakan segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu aktivitas.
Salah seorang warga Dusun Surodadi, Sumini, mengatakan kerusakan jalan penghubung Kecamatan Ponjong-Semin sudah terjadi sejak lama. Upaya perbaikan juga sudah dilakukan, tetapi belum seluruh titik yang rusak selesai diperbaiki.
Menurut dia hingga saat ini titik kerusakan masih ada sepanjang 1,5 kilometer, dengan titik kerusakan di sekitar pasar desa. Di titik ini selain aspal yang telah mengelupas, kondisi jalan yang menurun membuat para pengendara sepeda motor harus berhati-hati agar terhindar dari risiko jatuh. “Harus berhati-hati, apalagi saat hujan kondisinya licin,” kata Sumini saat ditemui Harian Jogja, Jumat (3/5/2019).
Menurut dia, permintaan perbaikan jalan yang diharapkan oleh masyarakat merupakan hal yang wajar. Ia berdalih warga sangat menginginkan jalan yang baik, terlebih lagi upaya perbaikan sudah dilakukan dan tinggal menyisakan sedikit ruas yang belum diperbaiki. “Yang di ujung wilayah Semin dan Ponjong sudah baik, tinggal di wilayah Surodadi yang rusak. Mudah-mudahan tahun ini perbaikan bisa diwujudkan,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lain, Suparno. Ia menuturkan upaya perbaikan sangat diharapkan karena selain untuk perbaikan, juga sebagai bentuk pemerataan pembangunan sehingga tidak ada kesan pilih-pilih. “Tinggal sedikit lagi yang rusak. Jadi, harapannya segera diperbaiki sehingga akses alternatif Semin-Ponjong benar-benar mulus sehingga aktivitas warga bisa lebih mudah,” katanya.
Suparno menyakini apabila proses perbaikan dapat diwujudkan akan memperlancar aktivitas masyarakat yang akan menuju Ponjong-Semin, atau sebaliknya. “Kalau lewat jalur di Surodadi akan mempersingkat waktu perjalanan hingga setengah jam. Sebab kalau harus lewat jalur utama, pengguna jalan harus memutar lewat jalan di wilayah Kecamatan Karangmojo, tapi dengan jalur ini, pengendara bisa langsung sampai ke wilayah Semin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.
DPRD Sleman mendorong pengembangan wisata Kaliurang secara terintegrasi dengan pembenahan fasilitas, pelibatan UMKM, dan perlindungan lingkungan.
BPOB menggandeng influencer India untuk mempromosikan destinasi wisata Jogja dan Jawa Tengah melalui kunjungan 2–6 November 2026.