Hasil UN: DIY Berharap Masuk 5 Besar Nasional

Sejumlah peserta UNBK program paket A dari PKBM Mandiri Karen sedang mengerjakan soal ujian nasional di SMA Negeri 1 Kretek, Kamis (3/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Mei 2019 02:57 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA---Hasil ujian nasional (UN), baik yang berbasis komputer maupun kertas, telah diterima Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY). DIY berharap masuk lima besar nilai tertinggi secara nasional.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan saat ini nilai UN sedang diolah oleh masing-masing sekolah. Untuk selanjutnya dicetak di atas Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN). Nantinya yang akan mengumumkan nilai tersebut kepada siswa adalah sekolah.
"Kami berharap paling tidak nilainya lima besar [tertinggi] di Indonesia," kata dia, saat dijumpai Senin (6/5/2019).

Mengevaluasi UNBK, DIY diketahui menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang melaksanakan UN tanpa pengawas. Dikatakan Baskara, DIY hanya menerapkan fasilitator dan konsep ini dimaknai sebagai upaya pemerintah daerah untuk tidak membangun persepsi siswa mengerjakan soal sembari 'dicurigai'.

Terkait pelayanan UNBK kepada siswa penyandang disabilitas khususnya tunanetra, ke depan Disdikpora DIY akan mendekati siswa penyandang tunanetra. Khususnya menyangkut kesiapan mereka menggunakan aplikasi Job Access With Speech (JAWS) dalam UNBK ketimbang menggunakan braille.

Baskara mengakui penerapan JAWS masih memiliki kendala, terutama dalam hal kebutuhan guru pendamping yang memahami kebutuhan tiap mata pelajaran yang diujikan. Pasalnya, tak semua tulisan dalam soal bisa diterjemahkan aplikasi sehingga dibutuhkan guru pendamping.

"Persoalannya, grafik, rumus itu tidak terbaca oleh JAWS. Kalau guru pendamping tidak dapat membacakan dengan benar, akan menjadi kendala juga bagi murid," kata dia.

Ketua UN 2019 DIY Didik Wardaya berharap pada UNBK 2020 semua peserta UNBK penyandang tunanetra bisa mengikuti UNBK menggunakan komputer yang memiliki sistem JAWS. Menurut dia, sekarang ini belum semua siswa tunanetra terbiasa dengan sistem JAWS.

Berdasarkan evaluasi Disdikpora, pada UNBK 2019, tingkat kesulitan dalam pelaksanaan ujian sudah berkurang jauh ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Bahkan menurut Didik, persiapan di tingkat pusat juga lebih baik. Mitigasi permasalahan pada tahun ini juga diklaim lebih baik. Begitu juga koordinasi yang cepat dan lebih baik.

Ditambahkan Didik, sekarang sudah semakin banyak sekolah yang berani menyelenggarakan UNBK di sekolah sendiri. Untuk peserta jenjang SMA, tinggal 20 sekolah menumpang. Sedangkan jenjang SMK hanya tinggal sembilan sekolah menumpang.