Awal Ramadan, Harga Bawang Putih Masih Selangit

Salah seorang pedagang di Pasar Sleman tengah memasukkan bawang merah ke kantong plastik, Selasa (7/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
07 Mei 2019 16:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sempat mencapai Rp60.000 per kilogram, harga bawang putih di Sleman di awal Ramadan tahun ini sedikit turun jadi Rp52.000 per kilogram. Meski begitu, harga itu dinilai masih cukup tinggi.

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Sleman, Parjiyati, 60, mengaku harga bawang putih Rp52.000 per kilogram yang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir masih terbilang tinggi. Betapa tidak, kata dia, saat normal, harga bawang putih kating hanya sekitar Rp41.000 per kilogram.

“Sekarang sekitar Rp52.000 per kilogram, beberapa hari yang lalu bahkan sempat menyentuh hingga Rp60.000 per kilogram,” kata dia saat ditemui di lapaknya, Selasa (7/5/2019).

Kendati mengalami kenaikan harga, namun permintaan akan bawang putih masih cukup tinggi. Karena itulah dia menilai harga yang relatif tinggi tak begitu terasa lantaran masih tingginya permintaan dari konsumen.

Bahkan pedagang lainnya, Susiwati, mengaku harga bawang putih kating pernah mencapai Rp70.000 per kilogram. “Saya ambil untung cuma sedikit, paling hanya untung Rp1.000 per kilogam,” ucap dia.

Tak hanya bawang putih, kata dia, harga cabai merah besar juga naik. Dalam kondisi normal, harga cabai merah besar hanya sekitar Rp20.000 perkilogram, namun sekarang naik jadi Rp25.000 per kilogram. “Ini [cabai merah besar] juga naik dalam dua pekan belakangan ini,” ucap dia.

Sebaliknya, penurunan harga justru terjadi pada komoditas bawang merah. Beberapa pekan lalu, harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram, namun saat ini, harga bawang merah sudah turun jadi sekitar Rp30.000 per kilogram.

Bawang Impor

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengakui memang ada kenaikan. Saat ini, kata dia, rerata harga bawang putih di Pasar Sleman sekitar Rp62.000 per kilogram. “Dibanding dengan puasa tahun lalu, naiknya tidak sampai segitu. Penyebabnya dikarenakan stok yang menipis karena petani gagal panen,” kata Endah.

Disinggung soal program impor bawang putih dari Kementrian untuk menstabilkan harga bawang putih, Endah mengatakan kebijakan tersebut terpusat di Pasar Beringharjo Jogja. “Awalnya mau dibagi di pasar-pasar yang ada di kabupaten/kota di DIY, tapi kebijakan berubah dan dipusatkan di Pasar Beringharjo. Disana ada Operasi Pasar. Dan sudah kami informasikan ke pasar-pasar di Sleman untuk mengambil di Pasar Beringharjo,” ujar Endah.