Mahasiswa UAD Kembangkan Larutan Air Jadi Pengganti Kabel

Tim PKM Cipta Karsa Larutan Air sebagai Penghantar Listrik sedang uji coba, beberapa waktu lalu./ist - dok.tim
14 Mei 2019 22:32 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan penghantar listrik dari larutan air.

Mereka terdiri dari Dimas Yusuf Ariyanto, Harri Maliansyah, keduanya dari Teknik Industri angkatan 2017 dan Muhammad Adhzerian Syafitra Rezki dari Teknik Elektro angkatan 2016. Inovasi tersebut mereka buat dalam rangka mengikuti PKM Karsa Cipta 2019. Muhammad Faishal selaku dosen, bertindak sebagai pembimbing PKM.

Harri menjelaskan awalnya, ide itu muncul karena dirinya masih menyimpan rasa penasaran setelah ditantang oleh gurunya semasa duduk di bangku SMA.
"Guru saya mengatakan, air adalah penghantar terbaik. Namun air mustahil menjadi kabel listrik. Nah, kami mencobanya," ujarnya, belum lama ini.
Percobaan demi percobaan dilakukan, tim juga meneliti perbedaan tegangan, yang dihasilkan oleh tembaga dan nontembaga. Tembaga memberikan tegangan 9,9 volt sedangkan larutan air 8,5 volt.

"Air yang kami gunakan dalam penelitian, untuk membuat larutan penghantar adalah air tanah. Namun kami juga meneliti penggunaan air PDAM," kata dia.
Dimas menyatakan ada perbedaan daya hantar yang ditunjukkan oleh penghantar menggunakan air tanah dan air PDAM. Tegangan yang dihasilkan, ketika menggunakan larutan air PDAM sebagai penghantar, lebih kecil.

"Kami mengujicobakan untuk menghidupkan lampu. Waktu menggunakan air PDAM, lampu lebih redup daripada sewaktu menggunakan air tanah," tuturnya.
Tim membuat kabel yang menggunakan larutan air sebagai penghantar, dalam rangkaian tertentu. Tim juga menempatkan air ke dalam selang dan sejumlah pelapis yang bersifat isolator. Baru kemudian rangkaian itu disambungkan untuk menyalakan lampu uji.

Dimas berharap penelitian ini bukan sekadar menjadi prestasi tim dalam PKM. Melainkan bisa memberi manfaat kepada masyarakat.
"Kami ingin mengembangkan penelitian kami agar bisa diterapkan di kawasan terpencil, yang sukar mendapatkan listrik. Terutama juga bagi warga kurang mampu, agar memudahkan mereka mendapatkan sumber listrik," kata dia.