Pindah Lagi, Pameran Hari Jadi Bakal Digelar di Taman Budaya Kulonprogo

Kondisi Taman Budaya Kulonprogo (TBK) di Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Selasa (14/5/2019). - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
15 Mei 2019 06:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pameran Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo akan digelar di Taman Budaya Kulonprogo (TBK), Kecamatan Pengasih. Sebelumnya pameran diselenggarakan di sejumlah titik berbeda, mulai dari Alun-alun Wates, Lapangan Pengasih, hingga kompleks Stadion Cangkring.

Penggunaan TBK untuk pameran sekaligus uji coba kelaikan bangunan tersebut usai diresmikan pada 2018 lalu. “Meski masih bulan Oktober [Waktu Pameran] yang akan datang, namun jauh hari telah dipersiapkan agar dapat berjalan lebih baik dan tentu lebih meriah,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Selasa (14/5/2019).

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha, Suharyanto mengatakan sebagai pelaksana acara pihaknya siap menggelar pameran di lokasi baru di TBK Pengasih dengan mematuhi ketentuan yang diberikan pemda.

Pihaknya juga telah menyiapkan lokasi tambahan di lapangan Pengasih yang tak jauh dari TBK sebagai tempat khusus arena permainan anak. Ini merupakan rencana yang mungkin bisa direalisasikan guna menghindari kerusakan TBK akibat wahana permainan.

Dengan waktu yang masih cukup panjang, dia berharap bisa menyiapkan segala hal sehingga ketika hari pelaksanaan pameran, berlangsung meriah. "Yang pasti kami siap melaksanakan di TBK, dengan lokasi yang baru dan luas mampu menampilkan potensi beragam juga hiburan bagi masyarakat,” terang Suharyanto.

TBK mulai dibangun pada 2014 secara bertahap berdasarkan dari dana keistimewaan. Pertama, Rp 3,3 miliar di 2014 untuk pembangunan gedung teater, pondasi tiang pancang dan sebagian kolong. Selanjutnya, digelontorkan Rp9,9 miliar pada 2015 untuk konstruksi gedung teather tertutup.

Pada 2016, berlangsung konstruksi TBK, pengadaan air conditioner (AC), pengadaan kursi auditorium, hingga sound system yang menelan Rp4,3 miliar. Kemudian pembangunan joglo, kantin, mushala, gedung pengelola, landscape, pagar keliling non-pondasi, rumah genset, penyempurnaan kursi dan gapura menelan Rp 26,3 miliar di 2017. Lalu pada 2018 ini, pemerintah membangun ruang pertunjukan terater terbuka.

Ikon Kulonprogo ini memiliki tiga konsep ruang pertunjukan, yaitu gedung utama, gedung galeri seni, dan teater terbuka. Terdapat ornamen-ornamen seni khas DIY dan Kulonprogo, mulai dari gunungan pewayangan, hingga corak geblek renteng.

Bangunan-bangunan tersebut berdiri di lahan seluas 4,2 hektar. Selesai pembangunan dilangsungkan soft launching pada Maret 2018. Dalan peresmian itu dihadiri Sri Sultan HB X.