PDAM Tirta Handayani Bangun 2 Instalasi Pengolahan di Semin dan Purwosari

Sejumlah warga Legundi, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, mengambil air dari bocoran pipa PDAM. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
09 Juni 2019 18:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–PDAM Tirta Handayani terus berupaya meningkatkan pasokan air ke masyarakat. Selain terus memelihara instalasi yang dimiliki, perusahaan pelat merah ini berencana membangun dua instalasi pengolahan air baru di Kecamatan Semin dan Purwosari.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto, mengatakan jajarannya membuat perencanaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menambah instalasi pengolahan air di Kecamatan Semin dan Purwosari. Selain itu, PDAM juga mengoptimalkan pengelolaan air di sungai bawah tanah di kawasan Pantai Baron.

Menurut dia, produksi di instalasi Baron masih berada di bawah potensi sumber tersebut. Isnawan menuturkan debit di sungai bawah tanah Baron mencapai ribuan liter per detik, namun yang dimanfaatkan baru mencapai 120 liter per detik. “Detail engineering design [DED] optimimalisasi instalasi di Baron sudah dibuat dan rencananya membutuhkan anggaran hingga Rp40 miliar,” katanya, Minggu (9/6/2019).

Untuk instalasi di Semin dan Purwosari saat ini masih dalam penyusunan DED oleh Bappeda Gunungkidul. Namun ia memastikan sistem pengolahan ini bisa segera direalisasikan untuk meningkatkan pasokan air ke masyarakat. “Kami sudah membuat pemetaan. Untuk Purwosari difungsikan melayani masyarakat di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan [JJLS], untuk Semin difungsikan memenuhi kebutuhan di wilayah utara,” katanya.

Disinggung mengenai potensi sumber air untuk pengolahan, Isnawan mengaku tidak khawatir karena di dua instalasi yang baru sudah ada sumber air sebagai pemasok. “Untuk Purwosari kami memanfaatkan sumber di Ngobaran dan Semin menggunakan sumber dari Seropan di Kecamatanm Semanu,” tuturnya.

Isnawan optimistis dengan rencana pembangunan dua instalasi baru serta optimalisasi sumber Baron akan meningkatkan kualitas layanan PDAM Tirta Handayani. “Untuk pelaksanaan masih butuh proses, tapi saya yakin dengan pembangunan ini maka kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, berharap PDAM Tirta Handayani terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga area cakupan layanan air bersih di masyarakat semakin luas. Ia mencatat secara keseluruhan hingga saat ini layanan air bersih ke masyarakat sudah mencapai 83%.

Untuk layanan air bersih, Pemkab tidak hanya mengandalkan pasokan dari PDAM. Pemerintah mengoptimalkan peran Sistem Pengembangan Air Minum Perdesaan (Spamdes) di setiap desa maupun dusun. Untuk daerah yang berada di perbukitan, Pemkab memasok kebutuhan air dengan cara dropping. “Kondisi geografis yang naik turun maka tidak semua wilayah dapat terjangkau jaringan perpipaan. Jadi, untuk memastikan kebutuhan air terpenuhi maka akan dilakukan dropping, khususnya pada saat musim kemarau,” katanya.