Di Kulonprogo, Kecelakaan Meningkat, Kriminalitas Turun

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma menyematkan pita ke personel pengamanan mudik lebaran dan arus balik lebaran yang bersandi Operasi Ketupat Progo 2018, Rabu (6/5/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
13 Juni 2019 14:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Terjadi peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas selama berlangsungnya Operasi Ketupat Progo 2019. Sebaliknya, angka kriminalitas turun di kisaran 43, 75% dibanding tahun lalu.

Kepala Polisi Resor Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan jumlah kecelakaan lalu lintas selama operasi progo yang dilangsungkan sejak 29 Mei hingga 10 Juni itu sebanyak delapan peristiwa. Dari kejadian ini dua korban harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat. Sementara untuk korban luka ringan sebanyak 22 orang.

Dibandingkan tahun lalu, lanjutnya, jumlah ini cenderung meningkat. Ia memaparkan, pada kegiatan yamg sama pada 2018 lalu, terjadi lima kecelakaan lalu lintas. Total korban sebanyak 12 orang dengan rincian, dua luka berat dan 10 luka ringan.

Meski naik, Anggara memastikan jika kecelakaan tersebut bukanlah peristiwa menonjol karena tidak sampai menelan korban jiwa. Kecelakaan, menurutnya terjadi, karena faktor kelalaian pengendara.

"Lebih karena lalai, ada juga karena jalan di sini sudah mulus, pengendara memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan kecelakaan," kata Anggara usai Apel Gelar Pasukan Konsolidasi Operasi Ketupat Progo 2019 di halaman Mapolres Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, Kamis (13/6/2019).

Jika angka kecelakaan mengalami peningkatan, hal berbeda terjadi pada kasus kriminalitas. Sebab, selama operasi ketupat, jumlah kasus kriminal yang didata pihaknya cenderung menurun. Tahun lalu, total jumlah kejadian kriminal sebanyak 16 kasus. Sedangkan untuk tahun ini, turun menjadi sembilan kasus.

"Untuk kriminalitas memang ada penurunan sampai 43,75 persen," jelasnya.

Selain menurun, jenis kasus kriminalitas yang ditemukan selama lebaran tahun ini juga mengalami perubahan. Jika tahun lalu kasus kriminalitas didominasi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pengrusakan, tahun ini bergeser ke pencurian biasa, penyalahgunaan narkoba, miras dan penganiayaan ringan.

Dengan hasil tersebut, Anggara memberi apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas. Tidak hanya dari jajaran kepolisian semata, tapi juga TNI, Pemkab Kulonprogo, dan pihak terkait yang telah membantu kelancaran operasi ini.

"Merela rela meninggalkan keluarga selama lebaran demi memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat," tuturnya.

Untuk diketahu Operasi Ketupat Progo 2019 melibatkan sedikitnya 716 personel yang terdiri dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Mereka bertugas untuk memasrikan keamanan selama lebaran, terutama menyoal kelancaran arus mudik dan balik lebaran. Para personel tersebut mulai bertugas pada 29 Mei hingga 10 Juni. Di hari terakhir kegiatan, ditutup dengan Apel Gelar Pasukan Konsolidasi.