Libur Lebaran, Volume Sampah Liar Meningkat 5 Kali Lipat

Tumpukan sampah di area belakang UPT Malioboro, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
15 Juni 2019 12:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat, selama libur lebaran 2019, volume sampah liar di Sleman meningkat hingga lima kali lipat dari hari biasanya.

“Kami kan libur pelayanan dua hari. Pada Rabu [5/6/2019] dan Kamis [6/6/2019]. Pada Jumat [7/6/2019] sudah masuk tidak ada peningkatan sampah di depo. Tapi memang selama libur dua hari, masyarakat menaruh sampah didepan depo, yang menjadi sampah liar,” kata Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Sri Restuti Nurhidayah, Jumat (14/6/2019).

Berdasarkan data, pada hari biasa, volume sampah liar di Sleman berkisar delapan hingga sepuluh meter kubik perharinya. Namun saat libur lebaran lalu, volume sampah liar di Sleman mencapai 40 meter kubik.

“Tapi waktu kami sudah mulai pelayanan pada Jumat itu, sampah-sampah liar tersebut sudah kami angkut dan evakuasi,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, pada libur lebaran, volume sampah di tempat-tempat wisata juga mengalami peningkatan. “Biasanya volume sampah sekitar empat meter kubik perhari, namun waktu libur lebaran meningkat sekitar 20 persen,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada h-1 dan h-2 lebaran, juga terjadi peningkatan volume sampah yang diangkut armada dari Depo ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul.

“Karena kan kami sudah beri pengumuman lewat edaran akan libur dua hari. Sehingga mungkin sebelum lebaran itu, rumah-rumah pada dibersihin dan diangkut sampahnya oleh gerobak ke Depo. Rata-rata Depo di Sleman seperti itu, cenderung tinggi volume sampahnya,” ucap dia.

Salah satu contohnya adalah di Depo sampah Nogotirto, Gamping. Pada H-3 lebaran, volume sampah di Depo tersebut sebanyak 12.27 meter kubik, namun, pada h-2 lebaran, volume sampah meningkat menjadi 21.98 meter kubik, dan pada h-1 lebaran, volume sampah sebanyak 20.28 meter kubik.

Salah seorang pengelola Depo sampah Nogotirto, Gamping, Harto, mengatakan, Depo yang sampah Nogotirto, biasanya menampung sampah dari dari Nogotirto, Banyuraden, Kwarasan, Jangkang, Mlangi, dan beberapa daerah lainnya.

“Memang sebelum lebaran sampah cenderung meningkat, kan keluarga banyak yang sudah mulai bersih-bersih rumah, otomatis banyak barang yang tidak dipakai dibuang. Biasanya didominasi sampah plastik,”kata dia.