AC Milan Gagal ke Liga Champions Usai Tumbang dari Cagliari
AC Milan gagal lolos Liga Champions usai kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di San Siro.
Musim kemarau menyebabkan suhu dingin di pagi dan malam hari./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja menyebut udara dingin pada malam hingga pagi hari di DIY bisa mencapai 18 derajat Celcius.
"Ada beberapa faktor penyebab suhu dingin yang dirasakan masyarakat, di antaranya pada musim kemarau didominasi langit cerah dan tidak ada tutupan awan," kata Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Sigit Hadi Prakosa di Sleman, Jumat (21/6/2019).
Menurut Sigit kondisi ini mengakibatkan pelepasan radiasi panas dari bumi ke atmosfer pada malam hari tanpa ada halangan, sehingga pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan dan langsung terbuang dan hilang ke angkasa.
"Ini mengakibatkan suhu udara di permukaan bumi cepat mendingin," katanya.
Sigit mengatakan, faktor kedua yakni pada bulan Juni benua Australia mengalami musim dingin, embusan angin dari Australia ke Asia yang melewati Jawa berpengaruh terhadap penurunan suhu udara.
"Hal itu disebut Monsoon Dingin Australia atau pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia dan melawati Indonesia," kata Sigit.
Kemudian faktor ketiga yakni pada bulan Juni posisi matahari dalam gerak semu tahunan berada hampir di garis balik utara atau 23.5 LU.
Hal ini berdampak pada menurunnya intensitas radiasi matahari yang diterima wilayah Indonesia bagian selatan. Ditambah lagi kandungan air di dalam tanah menipis, kandungan uap air di udara juga rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.
"Interaksi beberapa faktor inilah yang menyebabkan suhu yang kita rasakan dalam beberapa hari ini terasa lebih dingin," kata Sigit.
Sigit mengatakan, dari pantauan lima hari terakhir, pihaknya mencatat suhu wilayah Yogyakarta berkisar antara 18-20 derajat Celsius.
"Suhu dingin ini kami prediksikan berlangsung hingga Agustus, paling dingin pada 17 Juni lalu dengan suhu mencapai 19 derjat Celcius," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan, dengan cuaca dingin ini masyarakat diimbau agar waspada. Masyarakat dimungkinkan mengalami gangguan kesehatan seperti asthma bronchiale, radang sendi atau arthritis.
"Usia yang rentan terserang, yang memang ada riwayat asma semua usia. Kalau untuk radang sendi umumnya pada usia dewasa dan ada bakat arthritis, misal kadar asam urat tinggi," kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AC Milan gagal lolos Liga Champions usai kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di San Siro.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.
PLN memastikan sistem kelistrikan Sumatera kembali normal setelah blackout akibat cuaca buruk yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Arsenal resmi menutup musim Liga Inggris 2025/2026 sebagai juara setelah kokoh di puncak klasemen akhir Premier League