BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Petugas Balai Dikmen Bantul sedang memverifikasi data calon pendaftar SMA/SMK di Bantul, Kamis (20/6/2019)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Banyak orang tua siswa yang akan memasukkan anak anaknya ke SMA dan SMK kecele saat akan memgambil nomor token di Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul, Kamis (20/6/2019). Mereka tidak tahu syarat mengambil token untuk siswa luar DIY harus membawa surat rekomendasi dari sekolah asal.
Ani, 35, salah satunya. Warga Tarudan, Bangunharjo, Sewon, ini belum bisa mengambil nomor token di Balai Dikmen Bantul pada hari pertama layanan pengambilan nomor token, karena tidak tidak membawa rekomendasi sekolah asal anaknya.
Luthfi Hardiyansyah, 14, anak dari Ani merupakan alumni sekolah menengah pertama (SMP) 22 Jakarta Barat. Ia bersekolah di Jakarta karena ikut bersama neneknya. Saat ini Luthfi ingin melanjutkan ke SMK 1 Pleret Bantul. "Saya baru tahu kalau harus bawa surat rekomendasi dari sekolah asal," kata Ani.
Ia harus pulang terlebih dahulu untuk mengurus surat rekomendasi. Ponijo juga sempat kebingungan saat mengambil yoken untuk cucunya Alfin Ariendito, 14. Cucunya sekokah di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan saat ini ingon melanjutkan ke SMK Piyungan.
Ponijo sudah mendapat rekomendasi sekolah asal cucunya tersebut. Namun ia diminta pulang terlebih dahulu karena antrian terlalu banyak.
Sementara itu Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman mengatakan rekomendasi sekolah asal merupakan syarat pengambilan token untuk PPDB tahun ini. Sementara jumlah dibatasi karena proses input data calon peserta didik baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Kami perkirakan hari pertama bisa mencetak 20 Token . Karena terfokus pada verifikasi dulu yang membutuhkan penjelasan yang rinci," kata Suhirman.
Sampai Kamis siang sudah ada sekitar 45 calon peserta didik baru yang mendatangi Dikmen, sebagian harus pulang lagi. Adapun proses pencetakan token di SMA dan SMK di Bantul bagi warga DIY diklaim lancar. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
KSAD Maruli Simanjuntak menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Panglima TNI dan menyebut seluruh kepala staf berpeluang menjadi calon.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend