11 Kecamatan di Sleman Bakal Disasar Program KKN UGM

Sebanyak 315 mahasiswa dan 11 dosen pembimbing KKN-PPM UGM periode II/2019 mendapatkan pembekalan di Pendopo Parasamya, kompleks Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu (3/7/2019). - Istimewa/Pemkab Sleman
03 Juli 2019 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 11 kecamatan di Sleman bakal disasar oleh ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Koordinator Wilayah Kabupaten Sleman KKN-PPM UGM 2019 Joko Setiyono mengatakan dalam kegiatan KKN-PPM periode II tahun ini tercatat ada 315 mahasiswa dan 11 dosen pembimbing yang bakal terjun langsung untuk mengabdikan diri mereka pada masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut dia berharap masyarakat merasa terbantu dalam mengatasi permasalahan yang ada di wilayahnya.

“Saya harap mahasiswa dapat menyelami dan menghayati arti kehidupan di desa. Anda diharapkan dapat menjadi motivator, inisiator, dinamisator untuk masyarakat di desa," kata Joko, di Sleman, Rabu (3/7/2019).

Dalam kegiatan KKN-PPM kali ini, peserta dibagi menjadi empat klaster. Masing-masing adalah klaster sains dan teknologi; klaster agro; klaster sosial humaniora; dan klaster kesehatan atau kedokteran.

Dia menjelaskan 11 kecamatan yang disasar dalam KKN-PPM kali ini masing-masing adalah Kecamatan Minggir, Sleman, Mlati, Prambanan, Pakem, Cangkringan, Tempel, Seyegan, Kalasan, Turi dan Moyudan. Adapun pelaksanaan KKN-PPM tersebut sudah dimulai sejak 28 Juni lalu dan akan berakhir pada 18 Agustus

Sekretaris Daerah Sleman Sumadi, mengatakan Pemkab Sleman mengapresiasi UGM yang telah menjadikan Kabupaten Sleman sebagai wadah para mahasiswa UGM untuk mengaplikasikan ilmunya.

"Mahasiswa KKN-PPM diharapkan dapat mendukung upaya kami dalam mengembangkan sektor serta potensi yang ada di Kabupaten Sleman," kata Sumadi saat menerima rombongan Tim KKN-PPM UGM periode II/2019 Pendopo Parasamya, kompleks Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu.

Sumadi berharap dalam kegiatan KKN-PPM tersebut mahasiswa dapat menjadi pemecah permasalahan yang perlu segera diupayakan solusinya. “Seperti masalah pengentasan kemiskinan, peningkatan daya saing lokal, dan memperkecil ketimpangan sektor. Hal tersebut merupakan prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman," tutupnya.