Mahasiswa UNY Bikin Alat Peringatan Tsunami yang Terhubung Pengeras Suara Masjid

Mahasiswa UNY dengan alat pendeteksi dini bencana tsunami, yang bisa tersambung dengan pengeras suara masjid, Selasa (2/7/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
03 Juli 2019 21:57 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Cipta 2019 Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari mahasiswa Teknik Mekatronika Fakultas Teknik UNY, yaitu Riza Atika, Anung Endra Raditya dan, Rohsan Nur Marjianto, membuat alat deteksi dini (early warning system) untuk bencana tsunami yang terhubung dengan pelantang masjid.

Riza Atika mengatakan tim merancang alat peringatan dini tsunami dengan cara mengunduh data dari alamat web resmi milik BMKG dengan komputer personal mini. Data tadi menjadi data mentah informasi valid yang kemudian diolah. Bila data lokasi sesuai dengan lokasi yang akan terdampak tsunami, data dikirim lewat pesan pendek (SMS).

“Data kemudian diterima dan pengeras suara tempat ibadah berbunyi," ungkapnya, Selasa (2/7).

Rohsan Nur Marjianto menjelaskan ada beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat alat deteksi tersebut. Cara kerjanya, sistem alat deteksi dini tsunami berfungsi sebagai pengolah data informasi gempa yang didapatkan dari pusat data milik BMKG. “Data dan informasi ini dapat diakses secara bebas oleh masyarakat,” kata dia.

Pengolahan data, kata dia, dilakukan dengan metode HTTP Request ke server BMKG secara berkala setiap lima menit sekali. Nantinya permintaan data akan direspons oleh server BMKG dengan mengirimkan data format XML yang berisi data gempa terkini.

Senjutnya, setelah data diterima oleh alat pengendali sistem peringatan, data akan diverifikasi. Bila valid,  maka akan langsung mengaktifkan alarm pada pelantang suara tempat ibadah. Di saat yang sama juga ditampilkan secara visual informasi gempa melalui layar dot matriks.

"Alat ini akan selalu memperbaharui data kejadian gempa secara berkala setiap lima menit, sehingga diharapkan dapat memberikan peringatan bahaya tsunami sedini mungkin," paparnya.

Anung Endra Raditya menambahkan alat ini diciptakan untuk mempercepat penyampaian peringatan adanya tsunami. "Karena selama ini penyampaian informasi tsunami harus melewati banyak instansi terkait untuk dapat menyalakan sirene. Sekaligus menciptakan alat yang murah dan dapat dijangkau berbagai segmen masyarakat, agar dapat meminimalisasi korban bencana tsunami," ucapnya.

Pengeras suara pada tempat ibadah dipilih karena tempat ibadah merupakan objek yang dekat dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat umum.