Setelah Bagi-Bagi Ayam Gratis, Harga Merangkak Rp1.000 Per Hari

Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
04 Juli 2019 08:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Protes para peternak dengan membagikan ribuan ayam secara gratis pada Rabu (26/6/2019) berdampak positif. Harga ayam di tingkat peternak saat ini diklaim mulai mengalami kenaikan. Bahkan melebihi HPP yang ditentukan, Rp18.700 perkg.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) Hari Wibowo mengatakan harga ayam di tingkat peternak mandiri mulai mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi Rp1.000 per hari. Saat ini harganya bahkan melebihi harga HPP, Rp18.700 per kilogram. "Kenaikan harga ayam di tingkat peternak Rp1.000 per hari. Selasa [2/7/2019] ini harganya Rp19.000 per kilogram," kata Hari kepada Harian Jogja Selasa (2/7/2019).

Hari menjelaskan, harga per kg ayam sehari setelah aksi bagi-bagi ayam pada Kamis (27/6/2019) di antara Rp10.000 hingga Rp11.000. Adapun Senin (1/6/2019) harga ayam di peternak naik menjadi Rp17.000 perkg. Kenaikan tidak hanya di Jogja, tetapi juga di Solo, katanya.

Kenaikan harga ayam di tingkat peternak, lanjut Hari, berdampak pada turunnya harga jual daging ayam di pasaran. Dia menduga, ada kemungkinan para pedagang mulai malu karena masyarakat sudah mengetahui jarak harga ayam dari peternak hingga penjual. "Ya otomatis mereka (pedagang) menaikkan harga beli dan menurunkan harga jualnya," katanya.

Dijelaskan Hari, bisnis ayam selama 10 bulan terakhir makin sulit dikarenakan banyaknya pelaku usaha baru yang masuk wilayah Indonesia. Terutama peternak ayam dengan sistem modern, termasuk dari luar negeri baik dari Malaysia, China dan Korea. Ia berharap agar pemerintah benar-benar mengatur bisnis ayam ini sejak dari hulu. Seperti penyediaan DOC yang angkanya mencapai 60 jutaan per Minggu. Termasuk mengatur impor Indukan ayam yang dinilai tinggi.

"Yang paling terdampak ya peternak mandiri. Kalau peternak plasma memang tidak berdampak langsung dengan ini. Cuma secara performa mereka akan terimbas kalau lama-lama tidak kuat," katanya.