Cegah Bunuh Diri, Cara Ini Harus Terus Dilakukan

Ilustrasi Bunuh Diri
04 Juli 2019 20:02 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya pencegahan bunuh diri terus dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul, salah satunya dengan menggelar pertemuan, pembentukan tim pencegahan bunuh diri, dan buku modul.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Gunungkidul, Sudodo, mengatakan Pemkab terus berupaya menekan angka bunuh diri. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat seseorang bunuh diri. "Secara umum bisa dari depresi tapi tingkatannya bermacam-macam, contohnya dililit utang, masalah keluarga, komunikasi dengan tetangga kurang baik, dan sakit yang tak kunjung sembuh," ucap Sudodo saat ditemui Harian Jogja, Kamis (4/7/2019)

Dijelaskan Sudodo, pendampingan terhadap orang-orang yang berpotensi bunuh diri bisa dilakukan oleh keluarga maupun Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Bagi keluarga yang mempunyai keluhan soal adanya perubahan dari salah satu anggota keluarganya, Sudodo menyatakan Pemkab siap memberikan pendampingan. "Pendampingan bisa melalui anggota PKK atau tokoh agama agar mereka mau mengurai masalah yang dihadapi," katanya.

Ketua Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Jaka Yanuwidiasta, mengungkapkan jajarannya melakukan penelitian dari 2015 sampai 2018. Dari setiap peristiwa bunuh tidak ada faktor yang dominan. "Artinya setiap kejadian bunuh punya dimensi yang berbeda," ujarnya.

Jaka mengatakan faktor depresi masih menjadi penyebab utama bunuh diri yang terjadi. Menurutnya, ada tiga hal yang dapat dilakukan yaitu berhenti menganggap penyebab bunuh diri sebagai hal mistis, Pemkab perlu menyusun roadmap terkait dengan penanggulangan bunuh diri dan rehabilitasi terhadap orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri. "Upaya promotif dan preventif perlu pencegahan bunuh diri perlu terus dilakukan," katanya.