Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Ilustrasi Bunuh Diri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kasus bunuh diri masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Gunungkidul. Total hingga pertengahan tahun ini sudah ada 18 orang yang bunuh diri.
Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, mengatakan upaya pencegahan bunuh diri bukan hanya tugas dari pemerintah. Masyarakat di lingkungan sekitar juga harus ikut berpartisipasi. Salah satunya melalui perkumpulan ibu-ibu atau emak-emak. “Untuk pencegahan kami mengadakan pelatihan kepada 100 ibu-ibu tentang cara mencegah terjadinya kasus bunuh diri. Kenapa ibu-ibu, karena merekalah yang paling dekat dengan lingkungan,” kata Ida kepada wartawan, Kamis (27/6/2019).
Menurut dia, upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan wawasan tentang gangguan jiwa dan risiko bunuh diri. Selain itu, emak-emak juga diberikan pelatihan komunikasi untuk berinteraksi dengan warga yang berisiko melakukan bunuh diri. “Ini pelatihan kedua yang kami gelar. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini ibu-ibu bisa turut berpartisipasi dalam pencegahan,” kata Ida.
Dijelaskan Ida, materi yang diberikan dalam peliputan meliputi cara komunikasi efektif, konseling dan komunikasi khusus. Untuk komunikasi efektif dimaksud interaksi yang dibangun bisa mudah dipahami dan dimingerti. “Kmai ajarkan juga tentang cara bertanya tentang kematian bagaimana pertanyaan itu tidak sampai menyingung kepada yang bersangkutan. Ada beberapa model mulai dari pertanyaan langsung hingga model basa basi terlebih dahulu,” katanya.
Ida menjelaskan adanya komunikasi intens dengan para penderita depresi bisa menjadi salah satu cara agar yang bersangkutan tidak berbuat nekat. “Jangan dijauhi harus diperhatikan sehingga tidak merasa sendiri,” tuturnya.
Menurut Ida, pelatihan ini penting karena masyarakat seringkali salah dalam berkomunikasi kepada orang yang berisiko bunuh diri. “Mereka [orang yang berisiko] ingin didengarkan,” katanya.
Anggota LSM Imaji yang fokus terhadap bunuh diri, Sigit Purnomo, mengatakan ada tiga orang yang memiliki risiko tinggi untuk bunuh. Ketiga orang ini di antaranya lansia hidup sendiri; orang yang mengalami depresi karena penyakit yang tak kunjung sembuh, dan ketiga adalah orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri. “Ini yang harus diwaspadai dan perlu antisipasi. Sebab orang yang ingin bunuh diri bukan ingin mati, tapi ingin melepaskan beban hidup,” katanya.
Dari data LSM Imaji pada 2018 tercatat 34 orang warga nekat bunuh diri. Sedangkan pada 2019 ini sudah 18 orang warga Gunungkidul bunuh diri. “Upaya pencegahan harus dilakukan dan ini bukan hanya tugas dari pemerintah, tapi masyarakat juga harus ikut berpartisipasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
IMF memperingatkan tekanan utang negara berkembang akibat konflik AS-Iran, sementara perlambatan investasi AI berisiko menekan ekonomi global.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
KPK mencatat pemulihan aset negara Rp603 miliar hingga triwulan III 2026, termasuk Rp106 miliar dari perkara korupsi pejabat ATR/BPN.
Kelurahan Sorosutan, Jogja, mengembangkan Gemati untuk mendampingi warga dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga menjadi tantangan pemulihan.