Daya Tampung SLB di Gunungkidul Tak Sebanding dengan Pendaftar

Siswa SLB Negeri Pembina mengerjakan jumputan di lapak jumputan milik Mini Budiono pada Jumputan On The Street yang bertempat di Jalan Celeban, Umbulharjo, Jumat (13/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
09 Juli 2019 19:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -Jumlah siswa yang mendaftar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Gunungkidul tidak sebanding dengan daya tampung. Berdasarkan data Pendidikan Luar Biasa (PLB) DIY, jumlah SLB di Bumi Handayani tercatat sebanyak 11 SLB.

Salah satu SLB yang banyak diminati yakni SLB Negeri 1 Gunungkidul. Hingga ditutupnya pendaftaran dan assessment, sudah ada 10 siswa dan ditambah tiga siswa pindahan dari sekolah lain. "Animo masyarakat yang mau mendaftarkan cukup tinggi tetapi daya tampung kami terbatas," kata Kepala SLB Negeri 1 Gunungkidul, Widi Pranyata, Selasa (9/7/2019).

Widi menjelaskan jajarannya membuka kuota tiga kelas berdasarkan jenis disabilitas yakni kelas tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Setiap kelas menerima tidak lebih dari 10 siswa karena keterbatasan tenaga pengajar. “Jumlah guru kami terbatas,” ucapnya.

Dia menyatakan di SLB yang berada di Kecamatan Semanu serta Kecamatan Rongkop tidak banyak murid yang mendaftar. "Di Semanu yang mendaftar hanya dua atau tiga anak. Sedangkan yang di Rongkop hanya satu orang," katanya.

Menurut dia, faktor yang membuat sekolahnya banyak diminati ialah letaknya di pusat Kota Wonosari sehingga menjadi incaran wali murid untuk menyekolahkan anaknya. "Wali muridnya saat berangkat kerja sekaligus bisa mengantarkan anaknya sekolah," katanya.