Demi Pengembangan, Infrastruktur ke Objek Wisata Harus Diperhatikan

Ilustrasi jalan rusak - JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan
12 Juli 2019 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul menilai akses menuju objek wisata masih banyak yang harus diperbaiki. Dewan meminta agar fasilitas tersebut diperhatikan karena akses yang baik dapat menunjang dalam upaya pengembangan sektor kepariwisataan.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, mengatakan destinasi wisata di Gunungkidul terhitung lengkap dan tak hanya mengandalkan pantai. Sejumlah objek wisata baru terus berkembang seperti Gua Kalisuci, Gua Pindul, Luweng Jomblang, Embung Batara Sriten, Embung Nglanggeran, Situs Purbakala Sokoliman, dan objek wisata lainnya.

Menurut dia akses ke lokasi wisata masih banyak yang rusak sehingga butuh perbaikan. Anton mencontohkan kondisi jalan rusak dapat dilihat di kawasan menuju Pantai Ngrawe, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. “Di pintu masuk sudah beraspal, tapi tidak sampai ke lokasi karena masih ada jalan sepanjang 1,5 kilometer yang rusak,” kata Anton kepada Harian jogja, Jumat (12/7/2019).

Ia mengungkapkan kondisi jalan yang belum bagus tidak hanya terlihat di Pantai Ngrawe. Di beberapa pantai lain seperti Pantai Sepanjang, Poktunggal dan Pantai Gesing kondisinya hampir sama. “Wisata pantai masih jadi andalan. Jadi kondisi jalan harus diperhatikan. Untuk Ngrawe misalnya, pengembangan dilakukan oleh swadaya masyarakat sehingga pemerintah bisa menunjang dengan akses jalannya,” kata politikus Partai Nasdem tersebut.

Dia menyakini dengan perbaikan infrastruktur perkembangan sektor kepariwisataan bisa berkembang lebih baik lagi. “Jalan yang baik memberikan kemudahan bagi para pengunjung,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Wasiman. Menurut dia jalan menuju pantai harus diperbaiki demi memberikan kemudahan bagi wisatawan. Ia menjelaskan untuk jalan menuju Timang sempat ada perbaikan namun belum menyasar semuanya. “Pembangunan berhenti di tengah jalan dan hingga sekarang belum tahu kapan dilanjutkan lagi,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Edi Susilo, mengatakan akses menuju destinasi wisata merupakan salah satu sarana yang bisa berdampak terhadap jumlah kunjungan. Menurut dia Pemkab harus terus berinovasi dan memberikan layanan yang baik sehingga jumlah pengunjung bisa ditingkatkan. “Tahun lalu target PAD wisata tidak tercapai. Jadi, itu harus menjadi pelajaran sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” katanya.