Bertahun-Tahun Saluran Irigasi Tercemar, Warga Karangnongko Geruduk Kantor DLH Bantul

Warga Dusun Karangnongko, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, membentangkan spanduk bernada protes saat mendatangi Kantor DLH Bantul, Senin (15/7/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
15 Juli 2019 20:02 WIB ST 16 Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Saluran irigasi milik warga Dusun Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon tercemar limbah salah satu pabrik yang berada di wilayah itu. Merasa gerah, warga pun beramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul.

Perwakilan warga Dusun Karangnongko, Waljito mengatakan pencemaran itu sejatinya sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Namun keluhan warga selama ini, menurut dia, tak pernah direspons. “Karena itu kami melapor ke DLH Bantul. Kami berharap DLH Bantul segera menginvestigasi permasalahan ini. Sehingga secepatnya ada solusi,” katanya kepada Harian Jogja di Kantor DLH Bantul, Senin (15/7/2019).

Sebelum tercemar, kata Waljito, saluran irigasi itu banyak terdapat ikan. Bahkan tak jarang masyarakat menggelar lomba memancing. Namun beberapa tahun terakhir, air di saluran itu kerap berubah warna menjadi putih dan menimbulkan bau tidak sedap. “Warna airnya terkadang berubah putih. Kalau pagi, warnanya juga berubah biru dan baunya tidak enak. Bahkan ada sumur salah satu warga juga yang tercemar akibat limbah tersebut. Kami menduga limbah itu berasal dari pabrik yang ada di sekitaran situ,” katanya.

Jika mengacu pada UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, imbuh Waljito, pihak pembuang limbah harus bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat limbah tersebut.

Ketua RT 8 Dusun Karangnongko, Pawan membenarkan bau tidak sedap itu dirasakan warga setiap hari. Paling parah bau itu muncul antara dini hari hingga pagi hari. “Saya pernah menguji air [di saluran irigasi] itu. Saya memasukkan ikan hidup ke air. Tak lama, ikan itu mati,” ucap Pawan yang juga turut hadir bersama warga di Kantor DLH Bantul.

Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengaku akan segera melakukan mengecek langsung kondisi air di saluran irigasi tersebut. Dinasnya juga telah mengambil sampel air untuk diuji laboratorium. “Selama proses uji lab, saya minta warga untuk bersabar, sampai hasil uji laboratoriumnya keluar,” kata Ari.

Dia menegaskan personel DLH Bantul sudah mengambil sampel air di empat titik sepanjang saluran yang tercemar. “Akan kami cek dulu apakah benar limbah itu berasal dari pabrik yang ada di sekitar saluran. Kami juga akan cek seberapa bahayanya limbah itu,” kata Ari.

Jika memang terbukti ada pelanggaran pembuangan limbah berbahaya secara serampangan, maka DLH Bantul, kata Ari, akan mengambil langkah tegas terhadap pabrik pembuang limbah tersebut. “Meski nanti terbukti bersalah, kami tidak bisa serta merta menutup [pabrik] karena pemerintah juga berwenang membina dan menegur industri yang melanggar. Jika memang sudah ada instalasi pengolahan limbah di kompleks, pabrik, berarti perlu dicari penyebabnya, kok bisa sampai bocor dan mencemari saluran irigasi warga,” kata Ari.