RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi penduduk miskin./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul akan mengusulkan kepada Kementerian Sosial untuk mencoret 852 kepala keluarga (KK) dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemiskinan. Sebab, ratusan kepala keluarga tersebut dianggap sudah mampu dan mandiri setelah mengundurkan diri dari sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin, mengatakan 852 KK yang mengundurkan diri dari penerima PKH itu tersebar di 17 kecamatan. Terbanyak berada di Kecamatan Pundong. Data tersebut terhitung sejak 2018 sampai Juli tahun ini.
Data keluarga yang mengundurkan diri itu sudah muncul dalam musyawarah tingkat desa sebagai dasar untuk perubahan Basis Data Terpadu (BDT) melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG) di Kementerian Sosial.
“Dengan musyawarah desa nanti, keluarga penerima manfaat [keluarga penerima PKH] yang sudah mengundurkan diri akan diusulkan sebagai keluarga sudah mampu,” kata Anwar, saat dihubungi Selasa (23/7/2019).
Menurut Anwar penetapan BDT oleh Kementerian Sosial dilakukan setahun dua kali, sehingga Dinsos P3A bisa mengusulkan perubahan data selama enam bulan sekali. Ia belum bisa memastikan berapa keluarga dari 852 KK yang sudah terhapus dari BDT. “Finalisasi BDT Juli kemarin usulan 2018 baru masuk,” kata Anwar.
Kepala Dinsos P3A Bantul, Didik Warsito, mengatakan penerima PKH yang mengundurkan diri tersebut sudah tidak menerima PKH lagi meski belum terhapuskan dari data BDT, namun
Menurut dia, di Bantul terdapat 64.952 penerima PKH dan 93.960 penerima bantuan pangan nontunai.
“Semua data kemiskinan ditetapkan Kementerian Sosial. Kami hanya memilah mana warga miskin dan rawan miskin,” kata Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.