Permintaan Hewan Kurban di Kulonprogo Sudah Tinggi

Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
26 Juli 2019 16:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Permintaan hewan kurban di Kulonprogo sudah mulai tinggi. Harga hewan kurban pun meningkat dari harga biasanya.

Salah satu penjual hewan kurban di Pasar Hewan Pengasih, Hadiwiyono mengaku sampai saat ini sudah 20 ekor sapi yang ia jual laku. Peningkatan penjualan terjadi sejak awal bulan ini.

Namun menurutnya, permintaan sapi di tahun ini kurang begitu menggeliat jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Biasanya kalau musim kurban kemarin-kemarin itu bisa sampai 50 ekor saya jual. Tapi ini sampai saat ini baru 20. Kemungkinan sampai nanti iduladha paling bisa 30 ekor terjual," ujar Hadi pada Kamis (25/7/2019).

Ia menjelaskan, penjualan tahun ini turun karena ada sapi dari Madura yang menambah stok penjualan sapi di Kulonprogo. Sementara sapi yang dijual oleh Hadi banyaknya sapi lokal, ditambah sedikit dari Kebumen dan Gunungkidul.

Ia mengaku sudah mendapatkan surat himbauan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo agar tidak membeli sapi dari Gunungkidul. Namun, himbauan itu tidak begitu dituruti Hadi. "Tetap masih ngambil dari Gunungkidul. Sudah laku semua, saya ngambil empat ekor," katanya. Ia tetap mengambil sapi dari Gunungkidul karena tidak merasa risau untuk antisipasi antraks pada sapi dari Gunungkidul.

Menurutnya, untuk mengantisipasi masalah kesehatan pada sapi, di Pasar Hewan Pengasih akan dicek kesehatan menjelang iduladha. Selain itu, pada saat penyembelihan, biasanya tim dari Pemkab Kulonprogo terjun langsung memantau penyembelihan.

Menjelang iduladha, harga sapi mulai meningkat. Dari sebelumnya Hadi menjual sapi Rp18 juta per ekornya. Kini, harganya menjadi Rp20 juta per ekornya.

Berdasarkan data terakhir Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, stok hewan ternak di Kulonprogo tahun ini berjumlah 32.970 ekor, yang terdiri dari 3.048 sapi, 13.793 domba dan 16.129 kambing.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Kulonpogo, Drajat Purbadi mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan pemantauan dan pengecekan kesehatan hewan kurban sejak dua pekan menjelang iduladha.

"Kami periksa SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Kami juga akan pantau pas pelaksanaan penyembelihannya nanti," ujar Drajat. Ia mengatakan, stok hewan kurban di Kulonprogo banyak didatangkan dari Wonosobo, Magelang, Banjarnegara, dan Gunungkidul.