Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL – Menjelang Hari Raya Kurban yang jatuh pada 11 Agustus2019, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul mengimbau bagi warga yang membeli hewan kurban lebih teliti dengan mengecek hewan yang akan dibeli. Tujuannya agar hewan yang dipilih benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi penyakit.
Kepala DPPKP Bantul, Pulung Hariyadi menyampaikan hewan kurban rentan terkena penyakit zoonosis dan beberapa penyakit lain, jika hewan tersebut tidak mendapatkan perawatan yang baik dan benar dari peternak.
“Selain Zoonosis ada juga hewan yang terinfeksi cacing hati cukup perlu diwaspadai, 2018 lalu ada 123 hewan yang terinfeksi cacing hati, 80 persen sapi dan sisanya kambing sama domba,” katanya, Senin (29/7/2019).
Pulung turut menuturkan, penyakit antraks juga patut diwaspadai ketika hendak membeli hewan kurban. Oleh karena itu pengawasan hewan kurban akan terus dilakukan oleh pihak DPPKP Bantul.
“Lebih baik sebelum membeli hewan kurban, warga harus meminta Surat Keterangan Hewan [SKH] hewan tersebut yang telah diberikan dari asalnya hal ini agar memastikan hewan kurban benar-benar sehat, RPH [Rumah Pemotongan Hewan] juga harus rajin melakukan pemeriksaan hewan yang datang,” jelas Pulung.
Sementara untuk penangan infeksi cacing hati, Pulung menyampaikan hal tersebut bisa ditangani dengan cara membuang bagian tubuh hewan yang terinfeksi. “Dengan pemotongan bagian yang terinfeksi maka hal tersebut sudah tidak jadi masalah, tapi bagian yang dipotong jangan sampai dikonsumsi,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pada Idul Adha kali ini pihaknya memprediksi jumlah hewan kurban yang disembelih di wilayah Bantul sekitar 19.000 ekor seperti pada 2018 silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
DPRD Temanggung menilai pembatasan nikotin dan tar berpotensi mengurangi serapan tembakau lokal serta berdampak pada petani jika diterapkan.
Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap akhir penyesuaian LP2B. Setelah persetujuan ATR/BPN terbit, proses perizinan akan dilanjutkan.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.
Polres Bantul mengungkap dugaan peredaran Alprazolam di Kasihan setelah menerima laporan warga. Seorang pemuda diamankan bersama 24 tablet obat psikotropika.
Program BPBL 2026 menargetkan 225.000 rumah tangga prasejahtera mendapat sambungan listrik gratis beserta instalasi, token, dan daya 900 VA.