2 Hal Ini Selalu Jadi Pertanyaan Maskapai Internasional yang Ingin Membuka Penerbangan di YIA

Penyampaian perkembangan pembangunan YIA dalam rapat kerja terkait infrastruktur di DPD RI Perwakilan DIY, Selasa (13/8/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
14 Agustus 2019 06:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) yang mampu menampung pesawat terbesar di dunia rupanya menarik perhatian banyak maskapai internasional untuk membuka rute secara langsung dari bandara di Kulonprogo ini. Mereka selalu menanyakan keberadaan hotel bintang tiga dan rumah sakit internasional yang hingga pertengahan 2019 ini belum tersedia.

Pelaksana Tugas GM YIA Agus Pandu Purnama menjelaskan beberapa maskapai internasional memiliki minat membuka penerbangan langsung dari Kulonprogo menuju berbagai negara. Tetapi dua hal yang selalu menjadi pertanyaan adalah keberadaan hotel bintang tiga dengan kapasitas tertentu dan rumah sakit internasional.

Keberadaan hotel dengan kapasitas tertentu itu sangat logis ditanyakan, lanjutnya, terutama bagi maskapai dengan pesawat A380 yang mengangkut sekitar 400 orang. Jika ratusan penumpang itu terpaksa harus membatalkan penerbangan karena hal tertentu maka butuh penginapan dengan jumlah kamar cukup banyak.

“Ada beberapa maskapai internasional yang ingin merapat ke kami membuka akses direct flight dari seluruh negara. Namun lagi-lagi mereka selalu bertanya apakah di Kulonprogo ini ada hotel bintang tiga, apakah ada rumah sakit internasional?, itu selalu ditanyakan,” kata Pandu dalam Rapat Kerja Terkait Infrastruktur bersama Anggota DPD RI, Selasa (13/8/2019).

Begitu juga dengan rumah sakit internasional di lingkungan bandara, kata Pandu, juga selalu menjadi pertanyaan maskapai asing. Karena jika terjadi sesuatu maka akan lebih memudahkan penanganan ketika sudah ada rumah sakit yang dekat. Oleh karena itu ia berharap semua pihak bisa mengupayakan dukungan demi segera terbangunnya rumah sakit dan hotel. PT Angkasa Pura I sendiri saat ini sedang membangun hotel di area bandara. Selain itu tentu masih butuh investasi yang besar baik hotel maupun rumah sakit  di sekitar YIA.

“Kami sedang menunggu terutama RUTR [rencana umum tata ruang] yang saat ini informasinya sedang proses review, karena investor biasanya menunggu RUTR ini dulu baru mau membangun, kami berharap RUTR ini segera selesai biar investor bisa melakukan pembangunan,” ujarnya.

Anggota DPD RI GKR Hemas mengatakan berdasarkan hasil koordinasi, salah satu pihak yang siap membangun rumah sakit bertaraf internasional adalah Muhammadiyah. Rencananya rumah sakit ini akan memiliki fasilitas dengan teknologi yang canggih. Pihaknya pernah melakukan kunjungan ke Jerman dalam rangka meninjau peralatan rumah sakit yang lebih modern untuk mempersiapkan rumah sakit di sekitar YIA. “Ini muhammadiyah yang siap membangun, saat ini sedang dipersiapkan di Wates, kalau hotel nanti investor,” katanya.

Anggota DPD RI Cholid Mahmud menyatakan, dalam rapat kerja terakhir anggota DPD periode 2014-2019 itu berupaya menjaring aspirasi pembangunan infrastruktur wilayah DIY. “Kami akan membawa berbagai persoalan seperti YIA ini ke pusat sehingga bisa diupayakan solusinya,” ucapnya.