Penyu Sepanjang 2 Meter Ditemukan Membusuk di Pantai Imorenggo

Penggalian kuburan penyu belimbing yang ditemukan mati tidak wajar di Pantai Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (16/8/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Agustus 2019 19:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo digegerkan dengan ditemukannya bangkai penyu belimbing yang telah membusuk di kawasan Pantai Imorenggo, desa setempat. Penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada Rabu (14/8/2019).

"Kemarin dapat info ada penyu mati di Imorenggo, rekan SAR langsung cek lokasi, dan ternyata yang mati jenis penyu belimbing. Ini penyu langka sekali," ungkap Anggota Satuan Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Dwi Surya Putra, kepada awak media, Jumat (16/8/2019).

Dwi menerangkan penyu tersebut ditemukan sekitar 20 meter dari bibir pantai. Panjang tubuh penyu dari kepala sampai ekor mencapai 2 meter dengan lebar 1 meter dan berat diperkirakan 200 kg. Di bagian karapas atau cangkang sebelah kiri penyu naas itu terdapat luka sepanjang 20 cm. Diduga luka ini disebabkan benda tajam.

"Kalau dilihat lukanya, diduga kena benda tajam, ada kemungkinan ini disengaja, kalau kena baling-baling kapal biasanya karapasnya hancur, kalau ini kan cuma sebelah aja, jadi kemungkinan sempat ditangkap dulu," ujarnya.

Penemuan ini membuat warga sekitar termasuk Dwi keheranan. Sebab, selama ini penyu yang sering ditemukan di kawasan pesisir Kulonprogo yaitu jenis lekang dan hijau. Sementara untuk jenis belimbing sudah sangat jarang.

Merujuk data International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), penyu belimbing masuk dalam daftar merah satwa yang terancam punah.  "Sejak puluhan tahun udah tidak ada. Menurut informasi kan kebanyakan dulu [Penyu Belimbing] diburu untuk dikonsumsi baik telur maupun dagingnya, kalau cangkang untuk hiasan," jelasnya.

Oleh tim sar dan warga setempat, penyu tersebut sempat dikuburkan di sekitar lokasi penemuan agar tidak menimbulkan bau menyengat. Namun, pada Jumat (16/8/2019) pagi, kuburan itu dibongkar. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY hendak mengambil sampel organ penyu itu untuk diketahui penyebab pasti kematiannya.