Dapat Anggaran Rp5 Miliar, Ini Renovasi yang Akan Dilakukan di Stadion Sultan Agung

Pelatih PS Tira Nil Maizar bersalaman dengan kiper PSIS Semarang Jandia Eka Putra usai PS Tira ditekuk PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul dengan skor 0-1, Rabu (17/10/2018) sore - Harian Jogja/Jumali
20 Agustus 2019 01:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tengah membangun sejumlah fasilitas penunjang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Total anggaran yang dipersiapkan untuk mempercantik stadion yang berlokasi di Dusun Pacar, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon ini sekitar Rp5 miliar.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul, Joko Surono, mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas SSA dilakukan agar keberadaan SSA yang luasnya sekitar 23 hektare dapat lebih maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat dengan berbagai fasilitas olahraga di dalamnya.

"Area panahan dan lapangan pacuan kuda juga akan dimaksimalkan agar memenuhi standar internasional," kata Joko, disela-sela lomba karnaval dan mobil hias dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72 di Lapangan Trirenggo, Bantul, Senin (19/8/2019).

Joko mengatakan untuk perbaikan kawasan stadion dan penambahan berbagai fasilitas olahraga di SSA membutuhkan anggaran cukup banyak. Pihaknya berupaya membangun fasilitas secara bertahap sesuai dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Bantul.

Tahun ini yang mulai dibangun adalah pelebaran pintu masuk kawasan SSA dari empat meter menjadi delapan meter supaya akses mobil keluar masuk dapat berpapasan. Selain itu juga pembangunan gapura stadion dari yang dulunya lima meter menjadi delapan meter dan ketinggian sekitar enam meter.

Pelebaran pintu masuk jadi delapan meter agar akses masuk lancar stadion lancar dan kendaraan besar bisa masuk manakala terjadi kondisi darurat, seperti mobil pemadam krbakaran. Pagar di sekeliling gapura juga diperbaiki, serta pembangunan rumah ibadah tengah dikerjakan di bagian selatan stadion.

"Sebenarnya anggaran Rp5 miliar belum cukup. Tahun depan harapannya ada penambahan fasilitas lainnya terutama di bagian grlanggang olahraga indoor," ujar Joko.

Selain mengandalkan APBD Bantul, Disdikpora juga mengajukan anggaran dana alokasi khusus (DAK) ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membangun fasilitas olahraga dalam ruangan. Anggaran yang diajukan sekitar Rp60 miliar, namun sampai saat ini belum mendapat kabar dari Kemenpora terkait pengajuannya tersebut.

Lebih lanjut Joko mengatakan penambahan sejumlah fasilitas di SSA agar pemanfaatan SSA lebih maksimal. Selain itu supaya pendapatan asli daerah dari retribusi SSA dapat meningkat. Sejauh ini diakuinya besaran retribusi dalam setahun dari SSA tidak pernah bisa menutup biaya perawatan dan harga sewa stadion.

Joko tidak menyebut retribusi yang masuk dari SSA dalam setahun. Namun untuk pengeluaran biaya perawatan dan sewa lahan yang harus dibayarkan nilainya mencapai lebih kurang Rp1 miliar. "Selama ini belum ada keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran untuk perawatan SSA. Harapannya tahun depan bisa meningkat atau minimal imbang," ujar Joko.

Sebelumnya Bupati Bantul Suharsono dalam beberapa kesempatan sudah menyampaikan keinginan membangun sejumlah fasilitas olahraga di SSA. Bahkan ia ingin membangun kolam di sekitar stadion yang sering disebut Stadion Pacar tersebut.