Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL- Kekeringan ekstrem disebut melanda DIY tahun ini. Daerah Mangunan, Dlingo, Bantul tercatat sebagai wilayah paling lama mengalami kekeringan.
Lantaran kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) DIY tengah mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah yang terdampak kekeringan seiring dengan mundurnya masa musim penghujan.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas mengatakan berdasarkan pantauan BMKG pada Agustus tahun ini sudah mengalami kekeringan meteorologis level ekstrem sejak awal kemarau pada April lalu karena ada beberapa daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak hujan, bahkan ada yang lebih dari 130 hari tanpa hujan seperti di Bantul.
“Kondisi itu dapat berdampak lanjutan pada kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih. Selain itu ancaman gagal panen bagi wilayah wilayah pertanian yang mengandalkan tadah hujan,” kata Reni, dalam paparannya di acara penanganan kekeringan yang digelar ACT di Bambu Resto, Banguntapan, Bantul, Rabu (21/8/2019).
Dalam paparannya, hampir semua wilayah di Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan sebagian Sleman yang mengalami kekeringan. Namun jika dirangking daerah terlama hari tanpa hujan, rangking pertama adalah pos Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul.
Wilayah tersebut tidak terjadi hujan selama 138 hari lamanya. Kemudian disusul Tanjungsari Gunungkidul 125 hari, Galur Kulonprogo 125 hari, Panjatan Kulonprogo 125 hari, Kecamatan Bantul 124 hari.
Reni mengatakan prediksi pembentukan awan hujan akan terjadi pada November, Desember dan meningkat lagi di Jauari-Februari. Sementara Oktober sudah terbentuk awan hujan namun masih sedikit. Pada Agustus ini merupakan puncaknya kemarau. Menurut dia, anomali suhu dan fenomena elnino menjadi penyebab berkurangnya intensitas curah hujan.
“Kemarau sekarang bertambah panjang. Mundur 1-2 dasarian [10-20 hari] pada normalnya,” kata dia.
Reni mengatakan tidak adanya hujan lebih dari 60 hari berturut-turut, bahkan sampai 128 hari menjadi warning bagi masyarakat untuk waspada akan dampaknya seperti kekurangan air. pihaknya juga berharap ada mitigasi dalam menangani dampak kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Swedia menjadi negara dengan pulau terbanyak di dunia, disusul Norwegia dan Finlandia. Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan 17.508 pulau.
Jumlah penumpang kereta api Daop 6 Yogyakarta mencapai 1,17 juta pada Oktober 2026, naik 12,9% dibandingkan tahun lalu.
Kenali lima tanda WhatsApp berpotensi diakses orang lain, mulai dari perangkat asing hingga pesan mencurigakan. Simak cara mengecek dan mengamankannya.
DWS meminta Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit.
Calvin Verdonk tampil impresif saat Lille ditahan Bodo/Glimt 0-0. Bek Timnas Indonesia itu meraih Man of the Match dan rating tinggi.