Ratusan Mahasiswa UGM Tanam Mangrove di Pantai Baros

Mahasiswa Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UGM menanam mangrove di kawasan konservasi hutan mangrove Pantai Baros, Bantul, Sabtu (24/8/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 Agustus 2019 02:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ratusan mahasiswa Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UGM menanam bakau atau mangrove sebagai upaya reboisasi di kawasan konservasi hutan mangrove Pantai Baros, di Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul, Sabtu (24/8/2019). Penanaman pohon bakau ini merupakan bagian dari bakti sosial memperingati lustrum ke-IX Departemen Ilmu Tanah.

Ketua Panitia Lustrum ke-IX Ilmu Tanah UGM, Gabriel Darius Palayukan, mengatakan acara penanaman pohon mangrove merupakan kegiatan pembuka rangkaian acara lustrum ke-IX Ilmu Tanah UGM. Acara bertajuk Reboisasi Goes with Solidarity (Regosol) mengusung konsep kerja sama pelestarian lahan dengan cara konservasi berupa penghijauan kembali kawasan konservasi mangrove Baros.

"Dengan adanya bentuk kerja sama antar-komponen untuk mengonservasi lahan, diharapkan kawasan lahan terdegradasi di Indonesia semakin sempit sehingga potensi lahan semakin besar," kata Gabriel di sela-sela penanaman mangrove di Pantai Baros, Sabtu.

Ia mengatakan ada sekitar 150 bibit pohon mangrove yang ditanam di bibir pantai. Proses penanaman dipandu langsung oleh pemandu kawasan konservasi hutan Baros. Gabriel berharap penanaman mangrove dapat memberi manfaat, karena tanaman mangrove dapat hidup di lahan yang kadar garamnya tinggi sekaligus dapat melindungi bibir pantai dari terjangan ombak Pantai Selatan sehingga dapat menjaga ekosistem pantai

Dengan demikian bibir pantai dapat terlindungi dari kerusakan sehingga bibir pantai tetap stabil. "Acara ini juga memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa Ilmu Tanah UGM lintas angkatan dan masyarakat di sekitar lokasi reboisasi untuk berpartisipasi aktif mendukung adanya revegetasi kawasan mangrove Baros yang sedang terdegradasi," kata Gabriel.

Ia berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya Reboisasi Goes with Solidarity, di antaranya civitas academica Departemen Ilmu Tanah UGM, relasi media Harian Jogja, maGenta, ADI TV, dan sponsor PT Known You Seed Indonesia, Everyprint, Raden HT, Masterpiece Jogja, Kretindo, Waroeng Spesial Sambal (SS), Saraswanti Group, IM3 Ooredoo dan Preksu.

Dwi Ratmanto, salah satu pemandu kawasan konservasi hutan Baros, mengatakan kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem mulai terbangun untuk menghindari kerusakan lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove dan menjaga semua habitat yang ada di sekitar Baros serta tidak memburunya.