Dinilai Mampu menjaga Kerukunan Beragama, Kulonprogo Peroleh Penghargaan

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, saat menerima piagam apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia di Ruang Kiskendo, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (26/8/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
27 Agustus 2019 09:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mendapat piagam apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia karena telah berpartisipasi mendukung program moderasi beragama dan penguatan fungsi penyuluh agama.

Piagam diserahkan Menteri Agama melalui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo Nurudin, kepada Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo di Ruang Kiskendo, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (26/8/2019).

Nurudin mengatakan Kulonprogo telah berhasil menjaga kerukunan umat beragama.  Moderasi beragama yang memiliki arti meyakini secara absolut ajaran agama yang diyakini dan memberikan ruang terhadap agama yang diyakini oleh orang lain, menurutnya telah dilaksanakan pemkab sehingga mendapat apresiasi ini.

Pemkab Kulonprogo lanjutnya juga selalu mendukung berbagai program Kementerian Agama baik secara moril maupun materil. Koordinasi di lapangan antara pemkab dengan Kantor Kemenag yang selalu seperti pembinaan keagamaan, kegiatan lomba, dan sebagai yang didukung pemkab melalui APBD, atau APBDes jika di ranah desa.

"Yang terakhir terkait KUA Teladan, berkat respon dan bantuan yang cepat dari Pemkab dan BPN, bantuan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan, apabila tidak segera direspon, maka bantuan akan hangus dan Kulonprogo tidak akan mendapat bantuan untuk beberapa tahun," kata dia.

Dia mengatakan pemkab berperan dalam menyejahterakan 134 penyuluh baik yang berstatus PNS maupun non PNS di Kulonprogo lewat kenaikan honor tiap tahunnya. Dulu honor penyuluh hanya Rp110.000, kemudian Rp300.000, lalu pada 2018 Rp500.000 dan naik kembali pada 2019 menjadi Rp1 juta.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan apresiasi ini menjadi hadiah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan seluruh program yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama. Menurutnya kemajemukan merupakan potensi yang besar jika mampu diolah dengan baik. Sebaliknya jika tidak mampu mengolah akan menimbulkan disintegrasi bangsa.

"Dan dalam hal ini penyuluh agama memiliki peran yang strategis dan vital.  Kondisi Kulonprogo yang relatif landai dan kondusif juga tidak bisa dilepaskan dari peran penyuluh agama. Ada beberapa tantangan kita ke depan, seperti di daerah lain jika ada riak-riak kecil, kita harus bisa mencegahnya," ujarnya.