PDAM Tirta Handayani Optimistis Target 2.465 SR Baru Terpenuhi

Sejumlah petugas PDAM Tirta Handayani memperbaiki instalasi perpipaan di salah satu sumber yang dimiliki. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Istimewa/PDAM Gunungkidul
28 Agustus 2019 14:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—PDAM Tirta Handayani menargetkan pemasangan 2.465 sambungan rumah (SR) baru di tahun ini. Total hingga akhir Juli perusahaan pelat merah ini sudah menyambung jaringan sebanyak 1.987 pelanggan baru dan sisanya akan diselesaikan sebelum akhir tahun.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto, mengatakan jajarannya optimistis target sambungan baru bisa terpenuhi. Menurut dia, keyakinan ini tidak lepas dari capaian penyabungan yang telah dilaksanakan. “Belum semua terpasang tapi kami yakin 2.465 SR baru bisa terpenuhi karena hingga Juli sudah terpasang sebanyak 1.987 SR,” kata Isnawan, Selasa (27/8/2019).

Menurut dia, PDAM terus berupaya memperluas layanan air bersih di masyarakat. Salah satu upaya memaksimalkan fungsi ini dilakukan perubahan status badan hukum menjadi perusahaan umum daerah (perumda). “Perdanya sudah disepakati bersama-sama dengan DPRD Gunungkidul beberapa waktu lalu,” katanya.

Isnawan menambahkan, untuk memberikan layanan yang baik kepada pelanggan PDAM juga berupaya meningkatan kapasitas produksi air dengan memaksimalkan potensi sumber yang dimiliki seperti sumber di Wonosari, Seropan, Bribin dan Baron. Di waktu normal keempat sumber dapat menghasilkan air mencapai 455 liter per detik. Saat musim kemarau dioptimalkan dengan menambah kapasitas produksi menjadi 595 liter per detik.

Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan perubahan status PDAM menjadi perumda dibarengi dengan rencana penyerataan modal yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Menurut dia, dengan adanya perubahan ini maka layanan ke pelanggan harus dimaksimalkan. Heri menuturkan hingga saat ini layanan masih belum optimal karena masih adanya keluhan dari masyarakat tentang layanan yang sering macet. “Tak hanya itu, pada saat musim hujan ada pelanggan yang mengeluh karena keruhnya air dari PDAM,” kata Heri.

Heri menuturkan, pemberian modal tidak hanya diberikan oleh Pemkab Gunungkidul karena Pemerintah Pusat juga melakukan hal sama. Apabila Pemkab memberikan modal dalam bentuk uang, bantuan dari Pusat berupa hibah peralatan. “Jad tidak ada alasan lagi air macet karena itu bisa diatasi kalau PDAM berkomitmen,” katanya.

Dia berharap PDAM bisa mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap masyarakat. “Kurang apalagi, modal sudah disiapkan dan bantuan dari Pemerintah Pusat juga siap dikucurkan. Jadi, harapan kami bantuan tersebut tidak menjadi sia-sia semata dan bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan,” katanya.