Kekeringan Total Melanda Dlingo Bantul

Ilustrasi kemarau di ladang pertanian - Bisnis Indonesia/Rachman
03 September 2019 20:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL– Akibat musim kemarau pada tahun ini mengakibatkan daerah dataran tinggi di Bantul mengalami kekeringan. kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul (DP3A) mengatakan ada empat daerah daratan tinggi yang mengalami kekeringan.

“Dlingo itu sudah total kekeringan, sebagian di Piyungan seperti di Imogiri dan juga Pleret, yang atas-atas juga sudah pasti, Wukirsari yang kawasannya up land juga kekeringan, beberapa sudah meminta droping air juga,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (3/9/2019).

Ia juga mengatakan belum lama ini pihaknya telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan untuk membantu menyalurkan air bersih di Kobango, Wukirasi, Imogiri, Bantul. “Satu RT kita itu kita kasih 10 liter, tapi itu hanya betahan selama empat hari, setelah itu ya habis, sangat disayangkan,” katanya.

Agar tetap bisa melanjutkan droping air, pihak DP3A sendiri terus menjalin komunikasi kepada sejumlah perusahaan air bersih dan juga komunitas agar mereka bisa memberikan bantuan air bersih melalui dana CSR [Corporate Sosial Responsibility].

Selain itu Didik juga menjelaskan bahwa anggaran untuk droping air bersih sebetulnya bisa diambilkan dari dana APBD melalui BPBD ataupun DP3A, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak sebanding dengan permintaan bantuan.

“Maka dari itu pihak kami sedang mengupayakan di anggaran perubahan agar ada alokasi untuk bencana kekeiringan,” ujar Didik.