PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul kian mengintensifkan penyiapan sumber daya manusia (SDM) kebandarudaraan seiring telah beroperasinya Yogyakarta International Airport di Kulonprogo.
Kepala Disnakertrans Bantul Sulistiyanta mengatakan instansinya sedang melatih tenaga kerja kebandarudaraan seperti di sektor ticketing dan kargo melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK).
"Bukan hanya ticketing dan kargo, kami ingin di sektor lainnya juga. Karena itu kami terus berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura I terkait dengan tenaga kerja yang dibutuhkan," kata Sulistiyanta, Jumat (6/9/2019).
Dia mengatakan komunikasi dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara menjadi lebih intensif setelah ada perjanjian kerja sama antara Pemkab Bantul dan PT Angkasa Pura I beberapa waktu lalu. Menurut Sulistiyanta, pelatihan yang dipersiapkan tidak hanya melalui BLK, namun juga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan swasta yang dimotori oleh Disnakertrans.
Menurut dia penyiapan tenaga kerja kebandarudaraan sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum ada perjanjian kerja sama atau saat wacana pembangun bandara bari di Kulonprogo dimulai. Dengan adanya kerja sama itu, penyiapan tenaga kerja kebandarudaraan semakin intens dan pelatihan lebih mengutamakan sesuai kebutuhan yang diminta PT Angkasa Pura I. "Jadi apa yang dibutuhkan mereka [PT Angkasa Pura I], kami siapkan," ujar Sulistiyanta.
Kepala UPT BLK Bantul, Ari Yadi mengatakan pelatihan ticketing sudah selesai digelar. Ada 16 orang yang dilatih untuk bekerja dalam dunia ticketing. Sebagian besar adalah perempuan berusia 17-30 tahun.
Saat ini tengah berlangsung menggelar pelatihan soal kargo selama satu bulan. Pelatihan kargo juga diikuti 16 orang yang sebagian besar pesertanya laki-laki. "Kami hanya menyiapkan pelatihan. Sewaktu-waktu ada informasi kerja dari bandara bisa langsung siap," kata Ari.
Selain pelatihan kerja kebandarudaraan, institusinya juga menyiapkan 37 jenis pelatihan untuk warga Bantul di antaranya tata boga, listrik, las, otomotif, administrasi perkantoran, tata rias pengantin, dan komputer.
Saat ini sudah berjalan 11 jenis pelatihan. Tiap jenis pelatihan dibatasi sebanyak 16 orang. Proses pelatihan untuk tiap jenis keahlian berlangsung sekitar satu bulan lamanya. “Semua peserta pelatihan tidak dipungut biaya. Masyarakat yang berminat bisa langsung mendaftar di BLK untuk kemudian diseleksi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Swiss vs Bosnia-Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026. Swiss diunggulkan menang tipis dalam laga krusial perebutan tiket fase gugur.
RSUD Saras Adyatma Bantul membuka layanan KB gratis hingga 27 Juni 2026. IUD dan implan menjadi metode kontrasepsi yang paling didorong.
Uni Eropa sahkan aturan migrasi terketat. Migran ilegal bisa ditahan hingga dua tahun dan dideportasi melalui pusat pemulangan di luar Eropa.
Kenali perbedaan CBS dan ABS pada motor, mulai dari cara kerja, tingkat keamanan, hingga biaya perawatan sebelum membeli kendaraan baru.
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.