Kasus TBC di Sleman Tinggi

Ilustrasi kampanye stop TBC - JIBI
08 September 2019 20:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 487 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Sleman mulai Januari hingga awal September 2019. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menganggap masih banyak penderita TBC yang belum ditemukan karena masyarakat yang masih awam terkait dengan gejala TBC.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dulzaini, mengatakan 487 kasus tersebut terdiri dari semua jenis penyakit TBC. Berdasarkan hasil penghitungan, kata dia, pada 2019 ini prevalensi kasus TBC di Sleman mencapai 1.814 kasus. “Masih banyak penderita yang belum ditemukan,” kata Dulzaini kepada Harian Jogja, Minggu (8/9).

Ia menjelaskan banyaknya kasus TBC yang belum ditemukan dikarenakan pengetahuan masyarakat yang awam terhadap gejala TBC. Padahal, kata dia, semakin banyak kasus TBC yang ditemukan, maka otomatis akan bisa diobati sehingga tidak menularkan ke orang lain.

“Masyarakat yang awam kalau batuk beli obat di warung, terus sembuh, besok batuk lagi beli obat di warung lagi. Padahal batuknya kemungkinan merupakan gejala awal TBC,” ucap dia.

Ia mengatakan Dinkes Sleman terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini. Upaya tersebut salah satunya dengan membina kader kesehatan serta membentuk Desa Peduli TBC. “Dengan peduli setiap orang yang memiliki gejala yang mengarah ke TBC bisa langsung ditangani sesuai standar yang ada,” ucap dia.

Selain itu Dinkes juga terus berupaya mencari penderita TBC dengan melakukan screening terhadap orang-orang yang berisiko serta orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita TBC. “Orang-orang yang berisiko itu yakni orang dengan diabetes melitus serta orang dengan HIV/AIDS, karena biasanya terjadi penurunan daya tahan tubuh,” ujar dia.

Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni, meminta masyarakat agar waspada jika batuk selama dua pekan berturut-turut disertai dahak. Beberapa gejala lain sebagai indikasi awal TBC yakni berat badan terus turun, nafsu makan berkurang, demam tapi tidak tinggi dan badan mengeluarkan keringat dingin saat malam hari. "Silakan datang ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pengecekan. Jangan takut karena obat TBC gratis dan ditanggung pemerintah," ujar dia.