OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung UPT Metrologi Bantul, Selasa (10/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Gedung UPT Metrologi di Bantul terus dikebut. Proyek pengerjaan gedung tersebut merupakan program kegiatan Dinas Perdagangan Bantul serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Bantul.
Kepala UPT Metrologi Bantul Henry Hartanti mengatakan pengerjaan gedung yang menelan bujet hingga Rp1,25 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, kata dia, adalah membangun Lantai I dan tahap kedua adalah penyelesaian Lantai II dan keseluruhan bangunan.
“Gedung UPT Metrologi dibangun mulai 30 Juli dan akan selesai 12 Desember 2019. Kontrak perjanjiannya selama 135 hari, jadi setelah tahap pertama selesai langsung dilanjutkan dengan tahap kedua agar cepat selesai,” ucap dia saat ditemui Harianjogja.com disela-sela monitoring pembangunan Gedung UPT Metrologi oleh Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bantul, Selasa (10/9/2019).
Monitoring, kata dia, dilakukan untuk memastikan sejauh mana pekerjaan pembangunan gedung Metrologi Bantul. “Jadi ditinjau bagaimana progres pengerjaannya, apakah sudah sesuai dengan prosedur atau sudah sesuai dengan perencanaan,” kata dia.
Gedung Metrologi, imbuh Henry, dibangun dalam rangka peningkatan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan tera ulang peranti ukur. Dengan adanya gedung tersebut, masyarakat diharap bisa menerakan peranti ukur miliknya dengan alat penera yang sesuai standar. “Kalau sekarang memang masih memakai alat yang belum standart,” kata Henry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.