Long Weekend Kenaikan Yesus, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp1,7 M
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
GKR Hemas saat berkunjung ke kebun milik KWT Marsudi Mulyo yang mengembangkan program KRPL di area pekarangan rumah di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Rabu (14/8/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian Pangan (DPP) Gunungkidul berupaya mengembangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui kelompok wanita tani (KWT). Total hingga sekarang sudah ada 135 kelompok dan rencananya ditambah sebanyak 26 kelompok.
Kabid Ketahanan Pangan DPP Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan program KRPL memiliki peran besar dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Menurut dia, pengembangan KRPL dilakukan dengan pembentukan KWT yang jumlahnya hingga saat ini mencapai 135 kelompok. “Akan terus dikembangkan dan tahun ini ditambah 26 kelompok,” kata Fajar, Senin (16/9/2019).
Dia menjelaskan pengembangan KRPL tidak banyak membutuhkan lahan karena upaya budi daya bisa memanfaatkan perkarangan di sekitar rumah. Adapun jenis tanaman yang dikembangkan selain tanaman obat, sayur-syuran hingga buah-buahan. “Untuk pengembangan dengan menggunakan sistem aquaponik dan hidroponik,” tuturnya.
Program KRPL ini tidak hanya bermanfaat dalam upaya memaksimalkan lahan di sekitar rumah, namun di sisi lain juga sebagai cara menekan pengeluaran. Pasalnya, dengan berbagai jenis tanaman yang dipelihara dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. “Ya kalau butuh tinggal petik sehingga pengeluaran bisa ditekan. Selain itu, program ini jugsa sebagai upaya pemberdayaan kelompok perempuan, khususnya ibu-ibu,” kata Fajar.
Salah seorang anggota KWT di Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Sutampi, mengakui program KRPL memberikan manfaat. Budi daya yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat untuk mencukupi kebutuhan pangan di masyarakat.
Menurut dia di dalam proses budidaya banyak tanaman sayuran dan buah-buahan yang ditanam. Keuntungan lain dari program ini, lokasi lahan yang dibutuhkan tidak luas karena bisa ditanam di sekitar rumah. “Teknologinya sudah ada dan tinggal pemeliharaan. Kami beruntung karena bisa menyulap pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.