Anggota DPRD Gunungkidul Siap Jalani Masa Orientasi di Jakarta

DPRD Gunungkidul - Istimewa
18 September 2019 15:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Anggota DPRD Gunungkidul periode 2019-2024 menjalani masa orientasi dalam ketugasan sebagai wakil rakyat di Balai Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Rencananya orientasi digelar selama empat hari mulai Selasa (24/9/2019) sampai Jumat (27/9/2019).

Ketua Sementara DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan masa orientasi merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh anggota Dewan baru. Seyogyanya masa orientasi ini dilaksanakan di BPSDM regional, namun untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah menyatakan tidak sanggup melaksanakan sehingga kegiatan dilakukan di BPSDM di Kemendagri. “Sudah kami proses untuk pelaksanaan orientasi dan rencananya dilaksankaan pekan depan,” kata Endah, Rabu (18/9/2019).

Menurut dia semua anggota baik yang berstatus baru atau sudah pernah menjabat harus mengikuti kegiatan ini. Tujuan dilaksanakannya orientasi untuk memaksimalkan tugas pokok dan fungsi dari wakil rakyat. “Tanpa orientasi, maka Dewan tidak diperbolehkan bekerja. Jadi agar fungsi dan peran Dewan dapat dijalankan maka harus melalui orientasi terlebih dahulu. Sebagai contoh, Dewan tak bisa melaksanakan kunjungan kerja kalau tidak melewati orientasi,” katanya.

Endah menuturkan selama orientasi anggota Dewan tidak hanya diberikan materi berkaitan dengan ketugasan yang dimiliki. Mereka juga diberikan berbagai materi mulai dari latihan kepemimpinan, cinta Tanah Air dan bela negara. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan sukses,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Anton Supriyadi, mengatakan dirinya ikut di dalam diklat. Meski berstatus sebagai anggota Dewan yang sudah menjabat selama dua periode, ia tetap antusias untuk ikut karena sebagai upaya pengembangan diri. “Harus ikut karena ini kewajiban,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan orientasi tidak hanya untuk pengembangan wawasan, tetapi juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kerja sama antaranggota Dewan. “Persatuan dan kesatuan harus dipererat. Meski berasal dari partai yang berbeda, tapi kinerja dan ketugasan yang dimiliki harus dapat dimaksimalkan,” katanya.

Anton menjelaskan untuk diklat tidak hanya dilakukan di internal Dewan karena dari partai juga melakukan hal yang sama. “Belum lama ini kami pulang dari Jakarta seusai mengikuti pelatihan di internal Partai Nasdem,” katanya.