Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Lautan manusia di pertigaan Jalan Gejayan- Jalan Colombo Sleman, Senin (23/9/2019). /Harian Jogja-Bhekti Suryani
Harianjogja.com, SLEMAN-- Ribuan manusia memenuhi Jalan Gejayan, Sleman, DIY Senin (23/9/2019).
Mereka bergerak dari berbagai penjuru jalan Gejayan, seperti Jalan Timoho dan Jalan Solo, serta Jalan Colombo.
Titik pusat gerakan mahasiswa ini adalah pertigaan Jalan Gejayan-Colombo. Kawasan tersebut menjadi lautan manusia.
Mahasiswa yang kebanyakan mengenakan jas almamater kampusnya memenuhi jalan. Beberapa membawa poster dan spanduk bertuliskan seruan.
Para mahasiswa tersebut akan menyuarakan aspirasinya menuju gejayan dalam aksi #GejayanMemanggil.
Berikut foto-foto terkini kondisi demonstrasi di Jalan Gejayan.
(Foto Harian Jogja/Hafid Yudi Suprobo)


(Foto Harian Jogja/Bhekti Suryani)




(Foto: Harian Jogja/Budi Cahyana)


.jpg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Mendag Budi Santoso menyebut BRICS menyepakati mayoritas substansi perdagangan meski belum mencapai joint statement.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.