Stok Bawang Merah Melimpah, Harga di Tingkat Petani Anjlok

Sukiman, salah seorang petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, menyirami tanaman bawang merah di lahan miliknya, Sabtu (6/7/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 September 2019 22:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Memasuki masa panen, petani bawang merah di Gunungkidul resah lantaran harga yang terus turun. Penurunan harga dikhawatirkan memengaruhi penghasilan. Mereka berharap harga jual bisa stabil sehingga tidak ada yang dirugikan.

Salah seorang petani bawang merah di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Suyanto, mengatakan hasil panen bawang merah saat ini sangat bagus karena tanaman dapat berkembang optimal. Meski demikian, ada kekhwatiran dari para petani terkait dengan harga jual yang cenderung turung saat panen.

Dia mengakui harga jual bawang merah saat ini berkisar Rp10.000 per kilogram. Menurut Suyanto penurunan harga salah satunya dipcu stok di pasaran yang melimpah. “Mudah-mudahan tidak semakin turun sehingga kami tidak merugi,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).

Guna mengantisipasi harga yang terus turun, dia mengambil langkah dengan menyimpan panen untuk sementara waktu. Selain menunggu harga yang lebih baik, proses penyimpanan dilakukan untuk mengurangi kadar air sehingga bawang merah lebih berkualitas. “Kami juga membagi-bagikan kepada tetangga terdekat,” katanya.

Meski harga turun Suyanto mengaku tidak kapok untuk menanam bawang merah. Rencananya, setelah panen padi di musim pertama, lahan yang dimiliki akan langsung ditanami bawang merah. “Saya akan menanam lagi dan mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Budi Sudanto, mengatakan harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp12.000-14.000 per kilogram. Namun harga bisa turun sewaktu-waktu tergantung dengan stok di pasaran. “Selain itu juga disebabkan petani tidak tahu harga di pasaran sehingga langsung menerima saat ditawar tengkulak,” katanya.

Untuk mengurangi risiko dari anjloknya harga, petani disarankan untuk menyimpan bawang merah sementara waktu. “Disimpan dulu, nanti kalau harganya stabil baru djual,” katanya.