RS Swasta Bagikan Ilmu tentang Sismadak

Para peserta Sharing Implementasi Sistem Manajemen Dokumen Akreditasi (Sismadak) berfoto bersama Hotel Neo Awana, Jogja, Kamis (26/9). - Istimewa/ARSSI DIY
27 September 2019 17:27 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY menggelar Sharing Implementasi Sistem Manajemen Dokumen Akreditasi (Sismadak). Acara yang digelar di Hotel Neo Awana, Jogja, Kamis (26/9/2019) pagi itu dimaksudkan sebagai ajang sharing pengalaman dari rumah sakit yang sudah menjalankan program Sismadak.

Sekadar catatan, Sismadak sistem pengakreditasian yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Setiap rumah sakit yang beroperasi dan melayani pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) harus selalu disurvei akreditasi oleh KARS setiap tiga tahun sekali.

Itulah sebabnya, Sismadak digunakan sebagai sistem manajemen dokumen untuk mendukung terselenggaranya akreditasi tersebut.

“Sismadak terbilang baru, belum semua rumah sakit menggunakan sistem tersebut untuk pelaporan dokumennya kepada KARS. Makanya kami menggelar acara sharing dari seluruh rumah sakit swasta di Jogja agar bisa saling bertukar pikiran terkait dengan sistem ini,” kata Ketua Panitia Irni Sofiani, melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (27/9/2019).

Acara tersebut, kata dia, diikuti sekitar 140 utusan dari RS di Jogja dan sekitarnya. Peserta, kata dia, tak hanya dokter, namun ada dari karyawan rumah sakit seperti bidang teknologi informasi (TI) maupun Ketua Kelompok Kerja Akreditasi Rumah Sakit.

Kepala Bagian Pelayanan Medis RSI PDHI Lukluk Purbaningrum mengatakan Sismadak akan sangat memudahkan pengelolaan dokumen dan dapat dijadikan alat bagi direktur untuk memantau target-target akreditasi. “Sistem ini secara otomatis memaksa rumah sakit untuk mengimplementasikan elemen penilaian sepanjang tahun sehingga proses akreditasi menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” kata Lukluk.