Perkuat Kearifan Lokal di Sekolah, Aneka Lomba Digelar Pemkab Bantul

Ilustrasi karawitan. - istimewa
21 Oktober 2019 14:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Eksistensi kearifan lokal Bantul terus diperkuat. Salah satunya melalui berbagai perlombaan yang digelar Pemkab Bantul.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengatakan beberapa perlombaan tersebut di antaranya adalah macapat, karawitan, pidato bahasa Jawa, dan jemparingan. Aneka perlombaan itu, kata dia, menyasar kalangan guru dan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bantul.

“Perlombaan ini merupakan bagian dari pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal dan hak-hak anak," kata dia seusai pembukaan Lomba Macapat di Pendopo kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Manding, Kecamatan Bantul, Senin (21/10/2019).

Isdarmoko mengatakan masing-masing jenis lomba diikuti 17 kelompok dari guru dan siswa di 17 kecamatan. Dia mengatakan kegiatan penguatan kearifan lokal dalam pendidikan sudah dimulai sejak 11 tahun lalu dan terus dikembngkan hingga kini. Bahkan rencananya jenis perlombaan akan ditambah.

Tidak hanya dalam bentuk kegiatan, dinasnya juga berupaya melengkapi semua sekolah dengan fasilitas yang menunjang berkembangnya kearifan lokal. Salah satunya adalah alat musik tradisional seperti gamelan.

Menurut dia semua sekolah di Bantul, terutama SD dan sekolah menengah pertama (SMP) harus memiliki peralatan penunjang pengembangan kearifan lokal.

Saat ini, baru ada 100 sekolah yang memiliki gamelan. Untuk itu dia mengimbau kepada sekolah untuk menganggarkan sendiri pengadaan gamelan melalui anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS), "Kalaupun belum bisa, bisa kerja sama dengan sekolah atau sanggar terdekat sebagai ajang latihan bagi siswa," kata mantan Kepala SMAN 2 Bantul itu.