Libatkan 7 Universitas, Pilkades 2020 di Sleman Bakal Terapkan E-Voting

Bupati Sleman Sri Purnomo saat menandatangani memorandum of understanding (MoU) bersama tujuh Universitas, Senin (28/10/2019) di Aula lantai III Setda Sleman. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
29 Oktober 2019 04:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Pemerintah Kabupaten Sleman akan menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara elektronik atau Pilkades e-voting tahun 2020 nanti.

Inovasi baru didukung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menjalin memorandum of understanding (MoU) bersama tujuh Universitas, Senin (28/10/2019), di Aula lantai III Setda Sleman.

Kepala Dinas PMD Sleman, Priyo Handoyo, menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak akademisi untuk menjadi pengawas teknis di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab, menurutnya pengoperasian sistem e-voting ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidangnya.

“Sistem e-voting ini nanti akan diterapkan di 1.102 TPS se-Kabupaten Sleman, Pilkades di kabupaten Sleman sendiri bakal dilaksanakan di 49 desa," ujar Priyo, Senin (28/10/2019).

Penggunaan sistem e-voting dalam Pilkades 2020 Kabupaten Sleman ini didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No.18/2019 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah No.5/2015 tentang tata cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Sistem e-voting dianggap memiliki beberapa keungulan, diantaranya memberikan kemudahan kepada pemilih dalam memberikan suaranya hanya dengan menyentuh tanda gambar di layar monitor.

Selain itu, proses penghitungan suara juga akan lebih cepat dan akurat serta menjamin akuntabilitas. Maka, hasil Pemilihan Kepala Desa dapat langsung diketahui tepat setelah proses pemungutan suara selesai dilaksanakan.

Ketujuh universitas yang turut menandatangani MoU tersebut terdiri dari tiga kampus negeri, diantaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

Sedangkan, dari kampus swasta diantaranya Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas AMIKOM dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya mengatakan pihaknya sengaja menjalin kerjasama dengan berbagai kampus di wilayah Kabupaten Sleman guna kelancaran Pilkades tahun 2020.

Sehingga diharapkan pelaksanaan Pilkades serentak yang menggunakan sistem elektronik tersebut nantinya dapat berlangsung lebih efisien dibanding pemilu sebelumnya.

“Semoga ini dapat menjadi jawaban dari proses pemilu serentak yang melelahkan dan bertele-tele seperti sebelumnya," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa e-voting ini mempunyai sistem keamanan yang tinggi. Dengan sistem elektronik ini menurutnya tidak mudah jika ada orang yang ingin melakukan kecurangan dibandingkan dengan memakai sistem manual.

Meski begitu hal ini harus terus disampaikan kepada masyarakat agar mereka mendapatkan pemahaman yang baik tentang sistem ini.

“Kami pun butuh waktu yang panjang untuk menjelaskan kepada masyarakat, kepada Kepala Desa, untuk meyakinkan bahwa e-voting ini sangat membantu proses demokrasi lebih bagus, lebih ringan," tutup Sri Purnomo.