Suharsono Tak Mengakui Daftar Cabup Bantul Lewat Nasdem

Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja - Ist
30 Oktober 2019 20:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Bakal calon bupati Bantul dalam pilkada 2020, Suharsono membantah mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul di Nasdem. Ia menyatakan kehadirannya di Heha Sky Resto, Patuk, Gunungkidul hanya memenuhi undangan.

Undangan itu dikirim oleh Tommy Nursamsu selaku wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW Nasdem DIY dengan mengatasnamakan Subardi atau Mbah Bardi selaku ketua DPW Nasdem DIY. Suharsono mengaku kenal baik dengan Mbah Bardi sehingga mau memenuhi undangan.

Ia juga mengaku tidak mengetahui jika acara yang dihadirinya tersebut merupakan penjaringan penyampaian visi misi bakal calon. "Ternyata ada calon-calon saya kaget ternyata ada tes calon," kata Suharsono, seusai menghadiri Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rabu (30/10/2019).

Dalam forum tersebut, Ketua DPC Gerindra Bantul ini hanya hanya menyampaikan sambutan lebih kurang 10 menit atas undangan konsolidasi internal Nasdem dan tidak menyampaikan visi misi.

"Kehadiran saya memenuhi undangan. Saya disuruh datang saya datang enggak mengisi formulir," kata Suharsono. Dalam forum tersebut Suharsono juga mengaku tidak bertemu dengan Abdul Halim Muslih. Namun mengakui jika bertemu Setiya dan Kusilah.

Sebelumnya Ketua DPC Nasdem Bantul, Bibit Rustamta menyatakan ada empat orang bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul yang masuk dalam penjaringan dan sudah mengisi formulir. Keempatnya adalah Suharsono, Abdul Halim Muslih, Setiya dan Kompol Kusilah.

Keempatnya juga sudah menyampaikan visi misi dan strategi membangun Bantul. Bibit juga mengirimkan foto keempat tokoh itu sedang bicara dalam forum penyampaian visi misi yang digelar Nasdem.

Tahap selanjutnya Nasdem akan melakukan survei pada Desember dan Januari untuk menguji elektabilitas masing-masing bakal calon.