Dosen UPNVY Kembangkan Potensi Wisata

Kegiatan pengabdian masyarakat dosen UPNVY di Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, Minggu (3/11/2019). - Istimewa/UPNVY
05 November 2019 21:37 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah dosen Universitas Pembangunan Nasional UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) turut mendukung pengembangan wisata di Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul.

Dukungan yang diberikan dalam rangkaian pengabdian masyarakat itu diwujudkan lewat pelatihan dan pendampingan yang digelar pada Minggu (3/11/2019). Beberapa dosen UPNVY yang terlibat dalam kegiatan itu di antaranya Hastho Joko Nur Utomo, Eny Endah Pujiastuti, serta Heru Cahya Rustamaji.

Eny Endah Pujiastuti menjelaskan kegiatan pelatihan pengelolaan potensi wisata Desa Srimartani yang berlangsung selama sehari penuh mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. Pelatihan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan ruang diskusi berkaitan dengan rencana untuk menjadikan desa Srimartani menjadi salah satu destinasi wisata. "Banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di desa ini. Kami berikan pelatihan terkait dengan pengelolaan serta strategi pemasarannya," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (5/11/2019).

Heru Cahya Rustamaji menambahkan di era teknologi saat ini pemasaran desa wisata sebaiknya lebih diarahkan pada digital. Sehingga berbagai potensi wisata di Srimartani bisa diketahui oleh masyarakat luas.

Dengan itu dia berharap wisatawan dari luar daerah merasa ingin tahu dan kemudian datang untuk berkunjung. Sedikitnya 30 orang yang berkepentingan terhadap pengelolaan desa wisata Srimartani hadir dalam kegiatan tersebut. "Kami memberikan beberapa tips dan teknik promosi wisata melalui Internet kepada warga dan pengelola. Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilakukan pula kegiatan studi banding ke Pring Ledok Tinjon, suatu destinasi wisata kuliner yang berada di bawah pohon bambu, dan tepi sungai," ujar dia.

Kepala Desa Srimartani, Mulyana menyambut baik kegiatan itu. Dia memberikan beberapa masukan terkait dengan peraturan desa (perdes) mengenai pemanfaatan tanah kas desa dan juga soal desa wisata. Selain itu penentuan lokasi objek wisata yang disinkronkan dengan masterplan Bappeda. "Banyak potensi wisata di desa Srimartani yang dapat dimanfaatkan untuk desa wisata," ucap dia.