UMY Host Pelatihan dan Sertifikasi Reviewer Penelitian

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Sukamta membuka acara didampingi Kepala LP3M UMY beserta Direktur LSP Quantum HRM Internasional. - Istimewa
27 November 2019 23:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammamadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) mengawali posisi kinerja penelitian kluster Mandiri dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Reviewer Penelitian bagi 49 dosen dari seluruh Indonesia.

Pelatihan dan Sertifikasi Reviewer Penelitian yang diselenggarakan pada 25-29 November di Hotel Alana Surakarta ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan , Pusat Pendidikan dan Pelatihan - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti), Badan Sertifikasi Nasional (BSN), dan LSP Quantum HRM Internasional

Kegiatan ini menghadirkan narasumber pemateri nasional, termasuk dari Kemenristekdikti, BSN, Pusdiklat Kemenristekdikti dan para reviewer nasional dari PTN/PTS se – Indonesia. Materi pelatihan yang diberikan diantaranya : pengelolaan penelitian berbasis output, standar nasional penelitian, etika reviewer, penugasan reviewer, serta teknis penilaian proposal penelitian. Pelatihan dikelola dengan metode ceramah, diskusi, simulasi, praktek mereview proposal yang diakhiri dengan ujian sertifikasi reviewer sebagai penilaian kemampuan sebagai reviewer

Dalam sambutan pembukaan acara, Wakil Rektor Bidang Akademik UMY , Dr. Sukamta, ST, MT. menyebutkan untuk menjadi seorang reviewer, harus memenuhi syarat seperti jenjang Pendidikan S3, jabatan fungsional Lektor, pernah mendapatkan hibah penelitian nasional maupun internasional, serta memiliki H-index, kemudian mengikuti ujian kompetensi sebagai . Oleh karena itu, setelah lulus sebagai reviewer harus memegang etika sebagai reviewer seperti : berintegritas, jujur, obyektif, independent dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sasaran kegiatan ini adalah mencetak para reviewer yang berkompeten, professional dan mampu mengarahkan peneliti menghasilkan proposal yang memiliki luaran seperti publikasi,  dan kekayaan intelektual.

Sebanyak 49 (empat puluh sembilan) peserta yang mengikuti sertifikasi reviewer penelitian ini, berasal dari 16 perguruan tinggi, serta 16 orang diantaranya dari UMY.  Perguruan tinggi dibawah PTMA seperti UMY, UMJ, UMS, Universitas Muhammadiyah Surabaya, UMP, Unimuda, dan Stikes Muhammadiyah Klaten banyak mengirim peserta. PTN dan PTS yang lain seperti IBI Darmajaya, STIKS Tarakanika, Unika Soegija Pranata, Universitas Lambung Mangkurat, Unesa, Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, UT Padang, dan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala LP3M UMY, Gatot Supangkat, mengharapkan agar seluruh peserta sertifikasi reviewer dari UMY dan diluar UMY diharapkan lulus seratus persen dengan nilai memuaskan. Kepala Divisi Penelitian Dyah Mutiarin, menambahkan strategisnya peran reviewer sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dosen sekaligus bagi kelembagaan perguruan tinggi. Seorang reviewer berperan penting sejak mulai dari proses seleksi proposal sampai dengan menilai luaran hasil penelitian. Pelatihan dan sertifikasi reviewer penelitian ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman reviewer terhadap  paradigma baru riset berbasis output.

Bagi UMY saat ini, mendorong kapasitas reviewer dan kelembagaan menjadi salah satu bagian rencana strategis universitas sesuai dengan visi UMY untuk Menjadi Universitas yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat. Dalam rencana 5 (lima) tahun yang akan datang, menuju tahun 2025, UMY telah memantabkan diri menuju Research Excellent University. 

Seorang peserta dari UMY, Adhianty Nurjanah,, menyampaikan kesan dalam pelatihan dan sertifikasi penelitian ini, bahwa dengan mengikuti penelitian ini, merasa sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun regulasi menilai proposal, serta mampu mengatasi konflik of interest antara peneliti dengan reviewer, mampu menilai proposal dengan objektif, dan bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat seorang reviewer.

Dalam kesempatan ini juga, Dekan Fakultas Pertanian UMY, Indira Sari menyampaikan harapannya agar UMY menambah lebih banyak reviewer penelitian, mengingat saat ini tanggungjawab dan wewenang lebih besar dengan status kluster Mandiri yang diembannya.

Terhadap penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi reviewer  penelitian ini,  Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (DRPM) Muhammad Dimyati sangat mendorong kegiatan ini untuk menambah jumlah reviewer penelitian, meningkatkan kualitas penelitian yang memiliki potensi hilirisasi, mulai dari publikasi internasional sehingga  Kekayaan Intelektual Laik Industri, yang memang benar-benar memiliki nilai ekonomi bagi perguruan tinggi. (*)