Sleman Kejar PAD Rp1 Triliun Tahun Depan

Ilustrasi APBD. - JIBI
27 November 2019 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tahun depan Pemkab Sleman menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai hingga Rp1 triliun.

Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Haris Sutarta mengatakan secara tertulis, target PAD Pemkab pada tahun depan adalah sebesar Rp943 miliar. Target tersebut, kata dia, berasal dari berbagai sektor, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain lain pendapatan asli daerah yang sah. "Target PAD untuk 2020 Rp943 miliar, tetapi kami optimistis hingga akhir 2020 bisa menembus Rp1 triliun," katanya, Rabu (27/11/2019).

Optimisme itu menurut dia tak berlebihan. Pasalnya pertumbuhan investasi dan ekonomi yang ada di Sleman terus menunjukkan tren positif. Bahkan jika tidak ada kebijakan moratorium izin perhotelan, PAD Rp1 triliun bisa diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya. "Sebelum moratorium [izin hotel], penerimaan pajak restoran dan hotel memang tidak berimbang. Penerimaan pajak restoran hanya separuhnya pajak hotel. Tapi kondisi saat ini hampir sama," kata Haris.

Jika sebelum moratorium penerimaan pajak hotel sekitar Rp55 miliar sementara restoran antara Rp25 miliar hingga Rp50 miliar, saat ini penerimaan pajak di dua sektor ini hampir sama. Penerimaan pajak dari hotel sekitar Rp104 miliar sementara restoran Rp105 miliar. "Sekarang hampir sama pertumbuhannya," katanya.

Pertumbuhan investasi hotel dan apartemen di wilayah Sleman, diakui dia saat ini memang cukup tinggi. Hal itu juga mendukung rencana pembangunan jalan tol yang melewati wilayah Sleman. Menurut dia keberadaan tol disertai on off toll dan exit toll di wilayah Sleman akan menguntungkan masyarakat. “Apalagi Jogja tetap menjadi tujuan utama wisatawan,” ucap Haris.

Infrastruktur

Berdasarkan Rancangan APBD Sleman 2020, Pemkab Sleman menargetkan total pendapatan daerah sebesar Rp3,1 triliun. Jumlah tersebut berasal dari PAD sebesar Rp934 miliar, dana perimbangan sebesar Rp1,4 triliun serta pendapatan lain yang sah sebesar Rp758,5 miliar.

Adapun total belanja daerah sebesar Rp3,2 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, pemberian hibah, bansos hingga perimbangan keuangan dengan pemerintah desa diplot sebesar Rp1,5 triliun. “Belanja langsung terdiri dari belanja jasa dan modal dianggarkan Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut defisit anggaran hanya Rp139,2 miliar,” ucap dia.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan meskipun target PAD tahun depan hampir Rp1 triliun, Dewan berharap agar Pemkab terus membenahi infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan sekaligus juga meningkatkan promosi-promosi pariwisata. "Kalau infrastruktur di daerah perbatasan tidak bagus, maka itu bisa menghambat wisatawan untuk masuk ke Sleman. Selain itu, kami meminta agar kegiatan promosi wisata di Sleman harus terus ditingkatkan," katanya.