Sukarelawan Dibentuk untuk Cegah Stunting di Jogja

Kegiatan sosialisasi untuk pembentukan sukarelawan stunting. - Ist/ Dok UAD
06 Desember 2019 15:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sukarelawan kesehatan untuk pencegahan stunting dan anemia dibentuk di beberapa wilayah Kota Jogja. Program ini digulirkan para akademisi untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Kegiatan ini digawangi oleh Ginanjar Zukhruf Saputri dan Susan Fitria Candra yang merupakan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Pembentukan sukarelawan ini diawali dengan memberikan pendampingan kepada ibu-ibu muda usia produktif melalui materi tentang penggunaan obat pada ibu dan anak baik ibu hamil dan menyusui di Kampung Ketanggungan, Wirobrajan Kota Jogja. Materi tersebut dinilai penting dalam rangka pencegahan stunting. Hal itu terkait dengan edukasi warga terkait keamanan penggunaan obat saat hamil dan menyusui yang dikhawatirkan berpengaruh pada bayi akibat ASI yang diminum.

"Ini bagian kegiatan pengabdian masyarakat kami melalui sinergi dengan PWNA [Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah] DIY dalam program edukasi cegah stunting. Sukarelawan kesehatan ini dibentuk untuk merespons tingginya angka stunting dan anemia yang merupakan salah satu faktor risiko perempuan, di mana secara tidak langsung berpengaruh pada kesehatan remaja putri, ibu maupun ibu hamil," ungkap Dosen UAD Ginanjar Zukhruf Saputri, Jumat (6/12/2019).

Sukarelawan kesehatan yang dibentuk memang jumlahnya belum banyak hanya sekitar enam orang di satu kampung. Namun gerakan ini diharapkan menjadi pilot project yang juga menular ke perkampungan lainnya. Pihaknya telah melatih para sukarelawan tersebut pada pertengahan November 2019.

"Pelatihan untuk sukarelawan telah digelar beberapa kali termasuk tentang bagaimana keluarga muda tangguh dan sehat. Peserta diberikan materi terkait pencegahan stunting dan anemia dan pendampingan, jumlahnya memang banyak tetapi diharapkan bisa jadi contoh," ujar Dosen Farmasi UAD Susan Fitria Candra.

Ia menambahkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait stunting dan anemia menggunakan media brosur. Kegiatan mulai dihelat sejak Agustus 2019 lalu dan berlangsung hingga saat ini. "Evaluasi kegiatan ini, pengetahuan terkait stunting dan anemia menunjukkan adanya peningkatan skor, jadi ada pengaruh positif dari edukasi ini," ucapnya.