Pengurus Rescue 920 DIY Resmi Dikukuhkan

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (kanan) mengukuhkan Pengurus Rescue 920 DIY periode 20202023 di Balai Dusun Joho, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Minggu (8/12/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
08 Desember 2019 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengurus Rescue 920 DIY periode 2020–2023 resmi dikukuhkan di Balai Dusun Joho, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Minggu (8/12/2019). Pengukuhan ditandai dengan penyematan kartu nama kepada perwakilan pengurus baru Rescue 920 DIY.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan keberadaan Rescue 920 cukup penting lantaran Sleman merupakan salah satu kawasan rawan bencana. Sleman termasuk satu wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana. "Sleman dapat disebut sebagai laboratorium kebencanaan. Oleh karena itu, keberadaan Rescue 920 penting untuk bertindak cepat dan tepat apabila terjadi bencana,” katanya, saat pengukuhan.

Menurut Muslimatun, tantangan yang dihadapi Rescue 920 ke depan tidaklah mudah. Mengingat bencana yang dihadapi banyak diakibatkan oleh ulah manusia. Dia menilai Rescue 920 sebagai garda depan penanggulangan bencana perlu terus meningkatkan kapabilitas dan keterampilan khususnya dalam penanggulangan kebencanaan.

Muslimatun berharap dengan dikukuhkanya pengurus Rescue 920 DIY ini, dapat meningkatkan kewaspadaan kebencanaan khususnya di wilayah Sleman. Pasalnya di penghujung 2019 ini, katanya, ada fenomena klimatologis terkait perkembangan musim hujan menjadikan wilayah Sleman berpotensi mengalami kebanjiran khususnya Kecamatan Turi, Pakem, Prambanan dan Cangkringan.

"Saya mengimbau untuk mengarusutamakan pengurangan risiko bencana khususnya bencana banjir dan tanah longsor dengan menggerakan masyarakat sadar bencana,” katanya.