Pusat Perbelanjaan Bawah Tanah Akan Dibangun di Kridosono

Maket Stasiun Lempuyangan - Harian Jogja/Desi Suryanto
20 Desember 2019 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja bakal menata kawasan Kotabaru menjadi lebih ramai. Penataan itu sejalan dengan rencana PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengubah Stasiun Lempuyangan, Jogja, menjadi pusat bisnis.

Stadion Kridosono, salah satu landamark Kotanaru, akan dijadikan bulevar. Sejumlah fasilitas seperti parkir dan pusat perbelanjaan bawah tanah akan dibangun di tempat itu.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan pengembangan kawasan Kotabaru akan menyesuaikan karakter Kotabaru, yakni arsitektur indische. "Jogja punya lima kawasan cagar budaya, kami kuatkan sesuai karakternya masing-masing," ujarnya, Kamis (19/12).

Heroe mencontohkan bentuk lampu tidak akan sama dengan yang ada di Malioboro. "Karakter cagar budayanya yang kami kembangkan," katanya.

Pengembangan ini juga termasuk perbaikan Stadion Krodosono. Stadion tersebut tidak akan diubah fungsi utamanya sebagai ruang publik. Pemkot Jogja berencana membangun parkir bawah tanah dan pusat perbelanjaan bawah tanah di Kridosono. Namun, proyek tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga perlu waktu.

Pengembangan Kotabaru, kata dia, selaras dengan pengembangan Stasion Lemputangan oleh PT KAI.

"Mau enggak mau kalau Lempuyangan dikembangkan akan ke arah, Kotabaru harus menjadi wilayah terintegrasi," katanya.

Selain itu, Jembatan Layang Lempuyangan juga akan diperlebar. Sementara, jalan pada perlintasan di bawahnya akan ditutup.

Ia mengatakan rencana pengembangan ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pada 2020, Pemkot masih akan fokus pada pengerjaan jalur pedestrian sepanjang Jalan Sudirman dan sekitar simpang Tugu.

Kepala Bidang Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP), Umi Akhsanti, mengatakan detail desain pengembangan belum ada. "Karena belum beres di Tata Ruang, perkiraan anggaran dan waktunya juga belum ada," katanya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja belum mengkaji soal lalu lintas, termasuk potensi kemacetan, di Kotabaru menyusul perubahan wajah Kridosono.

"Kalau sudah ada detailnya akan kami kaji," kata Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho.