Terduga Teroris di Sleman Sehari-Hari Mengelola PAUD, Sebelum Tertangkap Sempat ke Malaysia

Sejumlah petugas kepolisian saat menyita sejumlah barang bukti di rumah terduga teroris di Dusun Kutu Wates, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (20/12/2019). - Suara.com/Muhammad Ilham Baktora
21 Desember 2019 04:47 WIB Newswire Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris berinisial PO, 57, di Dusun Kutu Wates, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Penangkapan itu memunculkan fakta lain.

Menurut Ketua RW 13, Dusun Kutu Ngemplak, Nur Hidayat, 39, terduga teroris itu sempat pergi ke luar negeri beberapa bulan lalu.

"Ada sejumlah barang yang diamankan petugas. Salah satunya empat paspor. Satu hingga dua bulan lalu mereka ini sempat pergi ke Malaysia," kata Hidayat saat ditemui wartawan, Jumat (20/12/2019).

Pihaknya tak membeberkan secara jelas apa tujuan salah seorang warganya pergi ke luar negeri. Namun Hidayat menjelaskan beberapa tahun terakhir perilaku terduga sudah berubah.

"Dia memang asli desa ini [Kutu Wates], namun sekitar tiga sampai empat tahun terakhir perilakunya sudah berubah. Warga juga menilai jika satu keluarga yang terdiri dari empat orang ini [3 anak, satu istri dan terduga], memiliki jaringan ekslusif yang berbeda dengan warga lainnya," kata Hidayat.

Pihaknya menyebut jika terduga ini sudah jarang bergaul dengan warga karena perbedaan pandangan. Terduga yang juga mengelola Paud di dusun setempat pernah berdebat soal keyakinan dengan warga sekitar.

"Ada perbedaan jauh sebelum dia mengelola PAUD ini. Jadi dia sudah jarang ke masjid yang ada di dusun kami. Selain itu, tak pernah ikut kegiatan warga seperti tahlilan, yasinan dan kegiatan gotong royong warga," katanya.

Sebelumnya dikabarkan, rumah PO di Dusun Kutu Wates, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman kembali digeledah tim Densus. Penggeledahan itu dilakukan setelah polisi meringkus PO saat sedang berobat di Puskesmas Mlati, sebelum salat Jumat.

Penggeledahan dilakukan selama empat jam mulai pukul 14.00-18.00 WIB. Sejumlah barang bukti seperti, cairan zar kimia, HT, pengisi daya ponsel (charger), stik berbahan besi hingga buku-buku disita aparat kepolisian.

Sumber : Suara.com